Gencarkan **Layanan Sweeping Imunisasi Campak di Sumenep**: Melindungi Anak dari Ancaman KLB

Dipublikasikan 29 Agustus 2025 oleh admin
Kesehatan

Yogyakarta, zekriansyah.com – Situasi darurat kesehatan sedang melanda Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Kejadian Luar Biasa (KLB) campak telah ditetapkan, dengan ribuan kasus suspek dan belasan nyawa anak melayang. Untuk menghadapi ancaman serius ini, Pemerintah Kabupaten Sumenep bersama seluruh jajaran kesehatan tidak tinggal diam. Mereka bergerak cepat dengan meluncurkan program imunisasi massal dan layanan sweeping imunisasi campak di Sumenep hingga ke pelosok rumah warga.

Gencarkan **Layanan Sweeping Imunisasi Campak di Sumenep**: Melindungi Anak dari Ancaman KLB

Petugas kesehatan melakukan *sweeping* imunisasi campak dari rumah ke rumah di Sumenep untuk melindungi anak-anak dari ancaman Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit tersebut.

Artikel ini akan membahas secara tuntas mengapa upaya ini sangat krusial, bagaimana pelaksanaannya, serta tantangan yang dihadapi untuk memastikan masa depan anak-anak Sumenep lebih sehat dan terlindungi. Mari kita pahami lebih dalam tentang pentingnya partisipasi kita semua dalam program vital ini.

Mengapa Layanan Sweeping Imunisasi Campak di Sumenep Begitu Mendesak?

Penyakit campak, yang disebabkan oleh virus campak, adalah penyakit yang sangat menular. Gejalanya bisa dimulai dengan demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, hingga munculnya ruam kemerahan di seluruh tubuh. Di Sumenep, kondisi ini sudah mencapai tingkat mengkhawatirkan. Hingga 24 Agustus 2025, tercatat lebih dari 2.100 kasus suspek campak dengan 17 anak meninggal dunia. Angka ini melonjak drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep, Ellya Fardasah, menjelaskan bahwa tingginya kasus ini sangat berkorelasi dengan rendahnya cakupan imunisasi. “Sekitar 89 persen kasus campak pada anak usia 1–4 tahun di Sumenep tidak pernah divaksin, dan semua anak yang meninggal juga tidak pernah mendapat vaksin campak,” ujarnya. Ini menunjukkan betapa vitalnya peran imunisasi untuk membentuk kekebalan tubuh anak dan komunitas. Tanpa imunisasi, anak-anak rentan terhadap komplikasi serius seperti pneumonia, diare berat, dehidrasi, bahkan radang otak yang bisa berujung fatal.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai campak sangat menular!, kunjungi: campak sangat menular!.

Puskesmas Pamolokan dan Upaya Jemput Bola Hingga ke Rumah Warga

Dalam menghadapi KLB ini, berbagai Puskesmas di Sumenep mengambil langkah proaktif. Salah satunya adalah Puskesmas Pamolokan. Mereka tidak hanya mengandalkan program imunisasi massal di sekolah, tetapi juga menggencarkan layanan sweeping imunisasi campak Sumenep langsung ke rumah-rumah warga.

“Dari mikroplanning ORI kami, sasaran tidak hanya dijemput bola ke sekolah-sekolah, tapi juga dilakukan sweeping ke rumah warga yang imunisasinya belum lengkap,” terang Novia Sri Wahyuni, Kepala Puskesmas Pamolokan. Proses sweeping ini dilakukan secara terencana dan selalu berkoordinasi dengan orang tua melalui bidan desa. Jika anak sedang sakit saat jadwal imunisasi massal, bidan desa akan menghubungi kembali setelah anak sehat, dan petugas akan datang langsung ke rumah untuk memberikan vaksin.

Strategi jemput bola ini sangat efektif untuk menjangkau anak-anak yang terlewat atau memiliki kendala akses. Di wilayah Pamolokan sendiri, dengan target 4.250 anak dalam satu bulan, sekitar 1.700 anak sudah berhasil diimunisasi melalui berbagai upaya ini.

Menghadapi Tantangan: Edukasi dan Partisipasi Masyarakat

Salah satu hambatan terbesar dalam upaya imunisasi adalah adanya sikap anti-vaksin dan penyebaran disinformasi. Banyak orang tua yang masih ragu, takut akan efek samping, atau bahkan tidak percaya pada khasiat vaksin. Padahal, para pakar kesehatan, seperti dr. Rifmi Utami dari Puskesmas Bluto, menegaskan bahwa vaksin memang tidak menjamin seseorang sepenuhnya kebal, tetapi mampu mencegah gejala berat dan risiko komplikasi yang mematikan.

“Dengan modal imunisasi, memang tidak lalu bebas sakit, tapi paling tidak sampai parah, tidak sampai komplikasi yang menyebabkan kematian,” jelas dr. Rifmi. Senada dengan itu, Kepala Seksi Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Tamansari, Ngabila Salama, menganalogikan imunisasi seperti sabuk pengaman. “Mungkin terlihat tidak perlu, tapi saat terjadi kecelakaan, sabuk pengaman itulah yang menyelamatkan.”

Untuk mengatasi keraguan ini, Kemenkes dan para ahli menekankan pentingnya edukasi berbasis komunitas, melibatkan tokoh agama dan masyarakat. Pesan yang disampaikan harus tunggal: vaksin aman, halal, dan perlu. Pemerintah Kabupaten Sumenep pun telah bekerja sama dengan Kemenag, TNI, dan Polri untuk memberikan edukasi serta sosialisasi pentingnya imunisasi kepada masyarakat.

Target Ambisius untuk Sumenep Sehat

Pemerintah Kabupaten Sumenep telah menetapkan target ambisius untuk program Outbreak Response Immunization (ORI) ini. Dari sekitar 74.000 hingga 78.569 anak usia 9 bulan hingga 7 tahun yang menjadi sasaran, Dinkes P2KB menargetkan minimal 90 persen di antaranya terimunisasi dalam dua minggu pertama. Program imunisasi massal dan layanan sweeping imunisasi campak Sumenep ini akan berlangsung selama 21 hari, mulai 25 Agustus hingga 14 September 2025.

Jika target ini belum tercapai, evaluasi dan sweeping tambahan akan terus dilakukan di minggu ketiga. Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, mengimbau seluruh orang tua untuk tidak menunda imunisasi. “Prinsip lebih baik mencegah daripada mengobati harus kita gunakan, demi kebaikan dan masa depan yang lebih baik,” tegasnya.

Mari Bersama Wujudkan Sumenep Bebas Campak

Layanan sweeping imunisasi campak di Sumenep adalah langkah nyata pemerintah untuk melindungi anak-anak dari penyakit yang mematikan. Keberhasilan program ini bukan hanya tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi juga seluruh elemen masyarakat, terutama para orang tua.

Mari kita dukung penuh upaya ini dengan membawa anak-anak kita ke fasilitas kesehatan terdekat atau menerima petugas yang melakukan sweeping ke rumah. Jangan biarkan disinformasi menghalangi kita memberikan perlindungan terbaik bagi buah hati. Dengan cakupan imunisasi yang merata, kita bisa bersama memutus rantai penularan campak dan memastikan anak-anak Sumenep tumbuh sehat, ceria, dan berprestasi.

FAQ

Tanya: Apa yang dimaksud dengan “layanan sweeping imunisasi campak di Sumenep”?
Jawab: Layanan sweeping imunisasi campak adalah upaya proaktif pemerintah untuk mendatangi rumah-rumah warga di seluruh pelosok Sumenep guna memastikan semua anak mendapatkan vaksinasi campak.

Tanya: Mengapa cakupan imunisasi yang rendah menjadi penyebab tingginya kasus campak di Sumenep?
Jawab: Rendahnya cakupan imunisasi berarti lebih sedikit anak yang memiliki kekebalan tubuh terhadap virus campak, sehingga memudahkan virus menyebar dan menyebabkan Kejadian Luar Biasa (KLB).

Tanya: Siapa saja yang menjadi target utama dalam layanan sweeping imunisasi campak ini?
Jawab: Target utama layanan sweeping imunisasi campak adalah anak-anak yang belum mendapatkan vaksinasi campak sesuai jadwal yang direkomendasikan.