Semangat Imunisasi di Sumenep: Hari Kedua ORI Campak Rubela Raih Capaian Positif, Ribuan Anak Terlindungi

Dipublikasikan 29 Agustus 2025 oleh admin
Kesehatan

Yogyakarta, zekriansyah.com – Kabar gembira datang dari Kabupaten Sumenep! Upaya keras pemerintah daerah dalam menanggulangi Kejadian Luar Biasa (KLB) campak menunjukkan hasil yang menjanjikan. Pada hari kedua capaian ORI Campak Rubela Sumenep, ribuan anak telah mendapatkan imunisasi, menjadi langkah vital untuk melindungi generasi penerus dari penyakit berbahaya ini.

Semangat Imunisasi di Sumenep: Hari Kedua ORI Campak Rubela Raih Capaian Positif, Ribuan Anak Terlindungi

Ribuan anak di Sumenep terlindungi dari campak dan rubela seiring capaian positif pada hari kedua pelaksanaan Imunisasi Campak Rubela (ORI).

Artikel ini akan mengajak Anda menyelami lebih dalam progres imunisasi campak rubela Sumenep, mengapa program ini begitu krusial, dan bagaimana peran semua pihak sangat dibutuhkan agar anak-anak kita bisa tumbuh sehat dan ceria. Mari kita simak bersama!

Progres Positif di Lapangan: Detail Capaian Imunisasi Campak Rubela Sumenep

Program Outbreak Response Immunization (ORI) Campak Rubela di Sumenep, yang digagas oleh Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Kabupaten Sumenep, terus bergerak maju. Hingga tanggal 26 Agustus 2025 pukul 16.00 WIB, pada hari kedua pelaksanaannya, total 11.190 anak dari seluruh wilayah Sumenep telah berhasil diimunisasi. Angka ini mencakup 15,1 persen dari total sasaran 73.969 anak.

drg. Ellya Fardasah, M.Kes, Kepala DKP2KB Kabupaten Sumenep, memaparkan rincian capaian imunisasi berdasarkan kelompok usia:

Usia Sasaran Diimunisasi Cakupan
9–12 bulan 3.404 168 4.9%
12–47 bulan 31.237 1.283 4.1%
4–6 tahun 26.308 5.252 20%
7 tahun 13.020 4.487 34.5%

Capaian ini diraih berkat kerja keras 26 Puskesmas dan 3 rumah sakit di Sumenep yang secara serentak melaksanakan imunisasi. Semangat para tenaga kesehatan patut diacungi jempol!

Mengapa ORI Campak Rubela Ini Sangat Penting?

Mungkin ada yang bertanya, mengapa imunisasi ini begitu digencarkan? Jawabannya sederhana: campak adalah penyakit yang sangat menular dan bisa berakibat fatal, apalagi jika sudah berstatus KLB Campak di Sumenep.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam kunjungannya ke Sumenep menegaskan, “Campak ini satu orang bisa menularkan ke 18 orang.” Bayangkan, ini jauh lebih menular dibandingkan COVID-19 yang sempat membuat kita semua khawatir! Beliau juga menambahkan bahwa vaksin campak sangat efektif dan aman, serta dapat mencegah komplikasi serius hingga kematian.

Prof. Anggraini Alam dari Komite Ahli Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi, menjelaskan bahwa campak bukan hanya sekadar ruam merah. Penyakit ini bisa menyebabkan komplikasi mengerikan seperti pneumonia (radang paru), diare berat, radang otak (ensefalitis), bahkan SSPE (Subacute Sclerosing Panencephalitis), penyakit saraf fatal yang muncul bertahun-tahun setelah infeksi campak dan belum ada obatnya. Mengerikan, bukan?

Oleh karena itu, ORI Campak Rubela Sumenep ini adalah upaya tanggap darurat untuk memutus rantai penularan dan membangun kekebalan komunitas (herd immunity). Jika sebagian besar masyarakat sudah kebal, virus akan sulit menyebar, melindungi mereka yang tidak bisa divaksin karena kondisi medis tertentu.

Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Sukses

Keberhasilan program imunisasi ini tak bisa hanya ditopang oleh tenaga kesehatan saja. drg. Ellya Fardasah menekankan, “Upaya menghentikan penularan campak di Kabupaten Sumenep tidak bisa hanya dilakukan oleh tenaga kesehatan. Peran orang tua, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen sangat penting agar cakupan imunisasi bisa optimal.”

Pemerintah Kabupaten Sumenep pun tak tinggal diam. Mereka terus berkoordinasi intensif dengan berbagai pihak: mulai dari kecamatan, desa, hingga lintas sektor seperti Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia, PKK, dan organisasi masyarakat lainnya. Bahkan, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga telah meminta semua pihak untuk terlibat secara terpadu dan terintegrasi dalam penanganan campak ini.

Pelaksanaan ORI Campak Rubela Sumenep ini dijadwalkan berlangsung dari 25 Agustus hingga 6 September 2025, diikuti dengan kegiatan “sweeping” pada 8-14 September 2025 untuk menjangkau anak-anak yang terlewat. Ini adalah bukti komitmen serius pemerintah untuk melindungi kesehatan anak-anak Sumenep.

Tantangan dan Edukasi untuk Masyarakat Sumenep

Meski progresnya positif, tantangan masih ada. Rendahnya cakupan imunisasi di masa lalu disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk adanya persepsi yang salah di masyarakat, misalnya anggapan bahwa anak akan sakit atau rewel setelah imunisasi, kekhawatiran soal kehalalan, atau efek samping yang berlebihan. Padahal, vaksin yang diberikan pemerintah sudah terbukti aman dan bermutu.

Oleh karena itu, peran edukasi sangatlah penting. Masyarakat diimbau untuk tidak menunda imunisasi dan segera membawa anak-anak ke fasilitas kesehatan terdekat, baik Puskesmas maupun Posyandu. Selain itu, menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta mengisolasi diri jika sakit juga krusial untuk mencegah penularan campak.

Mari Bersama Wujudkan Sumenep yang Lebih Sehat!

Capaian hari kedua ORI Campak Rubela Sumenep adalah awal yang baik dalam perjuangan melawan campak. Dengan 11.190 anak sudah diimunisasi, kita melihat harapan besar untuk membangun benteng pertahanan kesehatan yang kuat bagi anak-anak Sumenep.

Mari kita terus dukung program imunisasi ini. Partisipasi aktif setiap orang tua, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen adalah kunci utama untuk mencapai cakupan imunisasi yang optimal. Bersama-sama, kita bisa memutus rantai penularan campak, memastikan anak-anak kita tumbuh sehat, ceria, dan siap menjadi generasi penerus yang kuat dan berprestasi.