Yogyakarta, zekriansyah.com – Musim 2025/2026 baru saja dimulai, namun awan kelabu sudah menyelimuti Old Trafford. Posisi Ruben Amorim sebagai manajer Manchester United kini berada di ujung tanduk, menyusul serangkaian hasil buruk yang membuat para penggemar dan manajemen khawatir. Kabar terbaru menyebutkan bahwa Setan Merah sudah menyiapkan pengganti Ruben Amorim, dengan beberapa nama pelatih top mulai mencuat ke permukaan. Siapa saja mereka dan seberapa besar peluangnya? Mari kita bedah lebih dalam.
Manchester United dilaporkan tengah menjajaki sejumlah nama pelatih top untuk menggantikan Ruben Amorim di tengah tekanan hasil buruk yang menerpa klub.
Mengapa Kursi Amorim Goyang di Old Trafford?
Tekanan terhadap Ruben Amorim memang bukan tanpa alasan. Pelatih asal Portugal ini baru mengambil alih kendali Manchester United pada November 2024, namun performa tim jauh dari harapan. Puncaknya adalah kekalahan memalukan dari tim kasta keempat, Grimsby Town, di ajang Carabao Cup 2025. Bayangkan, Manchester United yang merupakan raksasa Eropa, harus tersingkir lewat adu penalti setelah sempat unggul 2-0! Ini jelas meruntuhkan “harga diri” klub.
Tidak hanya di Carabao Cup, perjalanan Setan Merah di Premier League juga terseok-seok. Dari dua laga awal, mereka hanya mampu mengumpulkan satu poin, kalah dari Arsenal dan bermain imbang melawan Fulham. Sejak Amorim datang, rekor Liga Primer mereka hanya mencatat 7 kemenangan, 7 imbang, dan 15 kekalahan dari 29 laga. Angka-angka ini membuat manajemen INEOS yang kini memegang kendali, dikabarkan sudah serius mempertimbangkan pergantian. Seperti yang diungkapkan beberapa laporan, “Pertanyaannya adalah kapan, bukan jika Amorim akan pergi.”
Siapa Saja Nama-Nama Potensial Pengganti Ruben Amorim?
Spekulasi mengenai pelatih baru MU semakin memanas. Berbagai nama, mulai dari yang berpengalaman hingga yang sedang naik daun, masuk dalam radar Manchester United. Berikut adalah beberapa kandidat terkuat yang santer disebut-sebut:
Gareth Southgate: Pengalaman Internasional di Tengah Keraguan Klub
Gareth Southgate, mantan pelatih Timnas Inggris, menjadi salah satu kandidat favorit untuk mengambil alih kursi panas Old Trafford. Setelah mengundurkan diri dari jabatan pelatih Inggris pasca kekalahan di final Euro 2024, Southgate kini sedang menikmati masa jeda. Ia dikenal piawai dalam menghadapi tekanan media dan membangun mentalitas positif di tim.
Namun, kemampuan taktisnya di level klub masih menjadi pertanyaan besar. Southgate sendiri tidak terburu-buru untuk kembali melatih. “Saya menikmati hidup saya,” ujarnya, meskipun ia tidak menutup kemungkinan kembali ke dunia manajerial suatu hari nanti. Peluangnya untuk menjadi manajer Manchester United tetap tinggi di bursa taruhan.
Oliver Glasner & Andoni Iraola: Bintang Bersinar dari Klub Non-Elit
Dua nama lain yang mendapatkan sorotan tajam adalah Oliver Glasner (pelatih Crystal Palace) dan Andoni Iraola (manajer Bournemouth). Keduanya dianggap sebagai pelatih yang sedang naik daun di Premier League berkat performa impresif bersama klub-klub yang bukan tim besar.
- Oliver Glasner berhasil mengangkat Crystal Palace dan bahkan membawa mereka meraih trofi Piala FA dengan kemenangan bersejarah atas Manchester City. Kontraknya dengan Palace kabarnya akan berakhir di akhir musim, dan ia disebut-sebut tidak tertarik memperpanjangnya. Reputasinya yang mampu membangun tim solid dan meraih gelar menjadi nilai plus.
- Andoni Iraola, manajer Bournemouth, menuai banyak pujian berkat gaya bermain progresif timnya. Ia sukses menjaga performa Bournemouth di liga dan bahkan sempat diminati Tottenham Hotspur. Iraola juga disebut-sebut dipantau oleh raksasa Spanyol seperti Barcelona dan Real Madrid di masa depan, menunjukkan betapa tingginya reputasinya saat ini.
Mantan Wajah Lama dan Pilihan Mengejutkan Lainnya
Selain ketiga nama di atas, beberapa pelatih lain juga masuk dalam daftar pertimbangan Manchester United:
- Michael Carrick: Mantan gelandang MU ini sempat menjadi manajer sementara dan mencatat rekor tak terkalahkan. Ia memiliki sekutu kuat di Old Trafford.
- Jose Mourinho: “The Special One” dikabarkan memberi sinyal siap kembali ke MU. Meskipun ia secara publik mendukung Amorim, laporan menyebutkan Mourinho rela “berjalan kaki” ke Manchester demi kesempatan melatih lagi.
- Thomas Frank: Pelatih Brentford ini dikenal dengan pendekatan taktik yang stabil dan dianggap sebagai salah satu pelatih terbaik di Premier League.
- Zinedine Zidane: Legenda Real Madrid ini sedang tanpa klub, namun dikabarkan lebih menunggu peluang melatih Timnas Prancis.
- Mauricio Pochettino: Mantan pelatih Chelsea yang kini melatih Timnas Amerika Serikat.
- Unai Emery: Pelatih Aston Villa yang sukses membawa timnya ke Liga Champions dan memiliki rekam jejak bagus di Eropa.
Pertimbangan Berat di Balik Pergantian Pelatih
Mengganti pelatih bukanlah keputusan yang mudah, apalagi di klub sebesar Manchester United. Amorim masih terikat kontrak hingga 2027, yang berarti klub harus menyiapkan kompensasi yang tidak sedikit, diperkirakan antara £12 juta hingga £20 juta. Ini adalah beban finansial yang signifikan, apalagi setelah klub juga mengeluarkan biaya besar untuk pemecatan Erik ten Hag sebelumnya.
Namun, jika performa tim terus merosot dan target musim ini tidak tercapai, manajemen INEOS diyakini siap menanggung konsekuensi finansial demi menyelamatkan musim dan masa depan klub. Mereka mencari sosok yang bisa membawa stabilitas dan kembali mengangkat Setan Merah ke jajaran elite Eropa.
Kesimpulan
Masa depan Ruben Amorim di Manchester United memang sangat tidak menentu. Dengan krisis yang semakin mendalam, pencarian pengganti Ruben Amorim menjadi prioritas utama bagi manajemen. Nama-nama seperti Gareth Southgate, Oliver Glasner, dan Andoni Iraola menjadi kandidat terdepan, didukung oleh beberapa nama besar lainnya. Keputusan akhir akan sangat krusial bagi Manchester United untuk menentukan arah mereka ke depan, dan para penggemar tentu berharap siapapun yang datang bisa mengembalikan kejayaan klub. Perjalanan menuju musim yang lebih baik masih panjang, dan pergantian manajer mungkin menjadi langkah awal yang tak terhindarkan.