Yogyakarta, zekriansyah.com – Awal musim Serie A 2025/2026 yang seharusnya penuh harapan bagi AC Milan justru diwarnai riak-riak ketidakpastian. Di tengah euforia kembalinya pelatih kawakan Massimiliano Allegri ke kursi panas Rossoneri, sebuah suara lantang dari jurnalis Italia tiba-tiba menggema, menyarankan Allegri untuk mundur. Mengapa kritik setajam itu muncul? Apa sebenarnya yang terjadi di balik layar transfer dan performa awal Milan yang mengejutkan? Artikel ini akan mengupas tuntas dinamika panas yang melingkupi kubu Merah-Hitam.
Jurnalis Italia sarankan Massimiliano Allegri mundur dari AC Milan akibat strategi transfer yang dinilai mengecewakan, memicu spekulasi di balik layar Rossoneri.
Kritik Pedas Jurnalis Italia: Impian Allegri yang Tak Terwujud
Komentar pedas ini datang dari Alfredo Pedulla, seorang jurnalis Italia yang dikenal blak-blakan. Ia melontarkan kritik tajam terhadap situasi AC Milan di bursa transfer musim panas ini. Menurut Pedulla, Massimiliano Allegri seolah hanya bisa “bermimpi” karena target pemain incarannya tak kunjung terwujud.
Pedulla menyoroti bahwa pergerakan Milan di bursa transfer masih sepenuhnya dikendalikan oleh manajemen klub. Ini bukan masalah baru, melainkan pengulangan dari masalah lama di mana pelatih, bahkan direktur olahraga seperti Igli Tare, tidak memiliki kendali penuh atas keputusan transfer.
Allegri sendiri dikabarkan sangat menginginkan dua nama besar: Adrien Rabiot dan Dusan Vlahovic. Namun, hingga bursa transfer hampir berakhir, kedua pemain tersebut sama sekali tidak mendekat ke San Siro. Klub justru memilih arah yang berbeda dengan mendatangkan profil pemain lain.
“Kalau Milan benar-benar mau Vlahovic, mereka pasti sudah mengambilnya. Dengan 20 juta euro, mereka bisa dapat. Masalah kontrak itu menurut saya hanya dibuat-buat,” kata Pedulla kepada Sportitalia, seperti dikutip dari tvOnenews.com.
Kutipan ini jelas menunjukkan frustrasi Pedulla terhadap cara kerja manajemen AC Milan yang dinilai tidak sejalan dengan keinginan pelatih.
Kontras Awal Musim: Optimisme Pramusim vs. Realita Serie A
Situasi semakin memanas setelah AC Milan mengawali Serie A 2025/2026 dengan hasil yang mengejutkan, kalah di laga kandang.
Janji Perubahan Setelah Tur Asia
Sebelum gejolak ini, Massimiliano Allegri sempat menebar optimisme setelah AC Milan menjalani tur pramusim di Asia. Dalam pandangannya, tur tersebut berjalan positif dan menjadi fondasi yang baik. Namun, ia juga memberikan peringatan keras kepada para pemainnya bahwa segalanya akan berubah begitu mereka kembali ke Italia dan kompetisi dimulai. Allegri menekankan pentingnya mentalitas yang stabil dan kuat untuk menghadapi musim yang panjang.
Pukulan Telak Kekalahan dari Cremonese
Namun, realitas pahit langsung menghantam. AC Milan menelan kekalahan mengejutkan 1-2 dari Cremonese di San Siro pada laga pembuka Serie A (24/08/2025). Hasil ini menjadi sinyal bahwa Milan masih memiliki pekerjaan rumah besar. Allegri sendiri mengakui bahwa timnya tidak dalam performa terbaik dan gagal menjaga konsentrasi, terutama di lini pertahanan.
Allegri menyoroti bahwa gol-gol yang bersarang di gawang mereka seharusnya bisa dihindari. Ia bahkan menegaskan bahwa instruksi untuk mengantisipasi umpan silang lawan tidak dijalankan dengan baik oleh para pemain bertahan. Di sisi lain, performa gemilang kiper Cremonese, Emil Audero, yang melakukan banyak penyelamatan krusial, turut menjadi faktor sulitnya Milan mencetak gol. Kekalahan ini menjadi bukti nyata bahwa ada ketidaksesuaian antara ambisi dan eksekusi di lapangan.
Dilema Bursa Transfer: Target Jauh, Kendali Penuh Manajemen?
Masalah di bursa transfer memang menjadi benang merah kritik terhadap situasi AC Milan dan Massimiliano Allegri. Selain Dusan Vlahovic dan Adrien Rabiot yang tak kunjung datang, kebutuhan akan bek baru juga menjadi prioritas.
Allegri disebut telah mendesak manajemen Milan untuk merekrut bek tengah baru, dengan nama Merih Demiral dari Al-Ahli muncul sebagai kandidat utama. Keinginan Allegri untuk memperkuat lini belakang sangat beralasan, mengingat rapuhnya pertahanan tim di laga perdana.
Di tengah situasi ini, jurnalis Italia lainnya, Lorenzo Di Benedetto, juga memberikan pandangannya. Ia menyarankan AC Milan untuk memprioritaskan Rasmus Hojlund dibandingkan Vlahovic. Menurut Benedetto, meskipun Vlahovic memiliki reputasi lebih mapan, tuntutan gaji dan harga penyerang Serbia itu terlalu tinggi bagi Milan yang sedang berupaya menyeimbangkan keuangan. Hojlund, dengan potensi besarnya, dinilai bisa menjadi investasi jangka panjang yang lebih masuk akal. Ini semakin memperjelas bahwa ada perbedaan visi atau setidaknya kendala finansial dalam perburuan pemain yang diinginkan pelatih.
Mengurai Masa Depan Allegri: Antara Harapan dan Tekanan
Kembalinya Massimiliano Allegri ke AC Milan pada Mei lalu, setelah 11 tahun, disambut dengan ekspektasi tinggi. Ia mengemban misi untuk mengembalikan kejayaan Rossoneri di Serie A dan Eropa. Namun, kritik keras dari jurnalis Italia di awal musim ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai stabilitas proyek Allegri di San Siro.
Jurnalis Luca Serafini sempat menyoroti perubahan sikap Allegri yang terlihat lebih tenang dan tidak seagresif sebelumnya dalam konferensi pers. Ia melihat Allegri yang sekarang lebih berfokus pada “hasil” dan tim yang menyerang dengan baik serta bertahan dengan lebih baik.
Di sisi lain, jurnalis Mattia Verdorale bahkan membandingkan keputusan AC Milan menunjuk Allegri dengan langkah Napoli yang sukses menjuarai Serie A musim lalu. Verdorale melihat Milan sedang memulai revolusi dari nol, dengan Allegri sebagai figur pemimpin yang berpengalaman dan matang, mirip dengan peran Antonio Conte di Napoli. Namun, untuk mencapai itu, Milan mungkin harus berkorban, termasuk melepas beberapa pilar penting demi proyek baru yang lebih berorientasi kolektif.
Kesimpulan
Situasi AC Milan di awal Serie A 2025/2026 memang penuh dinamika. Kritik tajam dari jurnalis Italia mengenai peran Massimiliano Allegri di bursa transfer dan kekalahan mengejutkan di laga perdana menjadi sorotan utama. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada harapan besar terhadap kembalinya Allegri dan visi baru manajemen, realita di lapangan dan di meja negosiasi transfer jauh lebih kompleks.
Bagi para penggemar Rossoneri, perjalanan musim ini sepertinya akan penuh tantangan dan drama. Pertanyaan tentang siapa yang memiliki kendali penuh atas arah tim, serta kemampuan Allegri untuk mengatasi tekanan ini, akan terus menjadi perbincangan hangat. Hanya waktu yang akan menjawab apakah Massimiliano Allegri dapat membuktikan bahwa ia adalah sosok yang tepat untuk membawa AC Milan kembali ke jalur kejayaan, atau justru kritik dari jurnalis Italia akan menjadi kenyataan.