Yogyakarta, zekriansyah.com – Perjalanan sebuah tim sepak bola di kancah liga tentu tak lepas dari tantangan di kandang lawan. Bagi Arema FC, setiap laga tandang adalah ujian mental dan strategi. Nah, di balik semangat juang Singo Edan, ada sosok pelatih asal Brasil, Marcos Santos, yang punya peran sentral. Ia tak hanya menyiapkan fisik, tapi juga mentalitas para pemainnya agar bisa mencuri poin di markas lawan.
Marcos Santos siapkan strategi matang dan fokus pada pemain kunci demi Arema FC raih poin optimal di laga tandang BRI Liga 1 2025/2026.
Artikel ini akan mengupas tuntas bagaimana Marcos Santos membawa pemain Arema laga tandang, mulai dari persiapan tim, strategi yang diterapkan, hingga daftar pemain kunci yang diandalkan. Mari kita selami lebih dalam bagaimana Arema FC menghadapi kerasnya kompetisi BRI Super League 2025/2026!
Mengarungi Tantangan Laga Tandang: Fokus dan Motivasi Tinggi
Bermain di kandang lawan memang selalu punya dinamika tersendiri. Tekanan dari suporter tuan rumah dan kondisi lapangan yang mungkin berbeda menjadi tantangan yang harus diatasi. Marcos Santos sadar betul hal ini. Pelatih berusia 46 tahun ini selalu menekankan pentingnya fokus dan motivasi tinggi bagi anak asuhnya.
“Dalam waktu dekat ini kami harus melatih mentalitas para pemain, terutama untuk pertandingan tandang ini, di mana para penggemar memberi tekanan pada kami,” ungkap Santos, menunjukkan fokusnya pada aspek non-teknis. Ia ingin para pemain Arema FC tidak mudah goyah di bawah tekanan lawan.
Persiapan Matang di Balik Jadwal Padat
Meskipun jadwal pertandingan seringkali padat, Marcos Santos memastikan persiapan tim tetap optimal. Setelah menjalani perjalanan panjang, ia memberikan waktu istirahat yang cukup agar pemain bisa pulih sepenuhnya. Hal ini krusial untuk menjaga kebugaran dan performa puncak di lapangan.
“Persiapan tim luar biasa. Saya sudah beri motivasi, semoga besok bisa bawa 3 poin,” tegasnya, mencerminkan keyakinannya pada tim.
Daftar Pemain Kunci yang Dibawa Marcos Santos
Untuk setiap laga tandang, pemilihan skuad menjadi sangat vital. Marcos Santos selalu membawa pemain-pemain yang dianggap paling siap dan sesuai dengan strategi yang akan diterapkan. Contohnya, untuk menghadapi Persijap Jepara, Marcos Santos membawa 23 pemain Arema yang siap bertarung.
Beberapa nama yang sering menjadi andalan dalam skema Marcos Santos antara lain:
- Dalberto Luan Belo: Penyerang tajam yang menjadi mesin gol Arema FC. Ia bahkan sering menjadi penentu kemenangan penting.
- Yann Motta: Bek tangguh yang menjadi pilar pertahanan, meskipun sempat absen karena kartu merah di beberapa pertandingan.
- Anwar Rifa’i dan Brandon: Opsi alternatif di lini belakang yang siap menggantikan jika ada pemain absen.
- Achmad Maulana Syarif: Bek yang turut menegaskan kesiapan tim untuk mencuri poin di kandang lawan.
Strategi Jitu ala Pelatih Brasil: Formasi dan Transisi Cepat
Setiap pelatih memiliki filosofi dan strategi khasnya, begitu pula Marcos Santos. Ia dikenal mengandalkan formasi 4-3-3 dengan penekanan pada strategi transisi cepat. Formasi ini memungkinkan Arema FC untuk tampil agresif dalam menyerang namun tetap solid dalam bertahan.
“Kita masih akan gunakan formasi 4-3-3, jadi apakah pemain lokal atau asing sebagai bek masih akan kita lihat. Siapapun yang bermain di sana, yang pasti besok kita pakai strategi transisi cepat,” jelas Marcos Santos.
Strategi ini sangat efektif untuk meredam lawan yang memiliki kecepatan di sayap, seperti Bhayangkara Presisi Lampung FC. Dengan transisi cepat, Arema FC bisa dengan sigap mengubah pola dari bertahan ke menyerang, atau sebaliknya, untuk mengejutkan lawan.
Mengatasi Absennya Pemain Kunci
Kehilangan pemain kunci seperti Yann Motta akibat kartu merah tentu menjadi pekerjaan rumah bagi Marcos Santos. Namun, ia selalu punya solusi. Ia percaya pada kedalaman skuadnya dan tidak ragu untuk mencoba pemain di posisi yang berbeda. “Di Brasil beberapa pemain di posisi gelandang juga bisa bermain sebagai bek,” ujarnya, menunjukkan fleksibilitas dalam memilih pemain.
Kilas Balik Laga Tandang Arema FC Musim Ini
Perjalanan Arema FC di BRI Super League 2025/2026 telah diwarnai beberapa laga tandang yang menarik perhatian:
- vs PSIM Yogyakarta (16 Agustus 2025): Arema FC berhasil menahan imbang PSIM Yogyakarta 1-1 di Stadion Sultan Agung Bantul. Dalam laga ini, Arema sempat unggul lewat Dalberto Luan, namun harus bermain dengan 10 orang setelah Yann Motta diganjar kartu merah. Marcos Santos bahkan menyoroti keputusan wasit yang dianggapnya kurang tepat.
- Menuju Persijap Jepara: Selain itu, seperti yang disebutkan di awal, Marcos Santos membawa 23 pemain Arema untuk menghadapi Persijap Jepara. Ini menunjukkan keseriusan Arema dalam setiap pertandingan di luar Malang.
Meskipun hasil imbang di Yogyakarta, semangat Arema FC tidak kendur. Mereka terus menunjukkan peningkatan performa, terutama setelah memetik kemenangan telak 4-1 atas PSBS Biak di laga kandang perdana dan menang 2-1 atas Bhayangkara FC di laga kandang berikutnya.
Kesimpulan: Optimisme Arema FC di Bawah Komando Marcos Santos
Di bawah arahan Marcos Santos, Arema FC menunjukkan optimisme tinggi dalam menghadapi setiap laga tandang. Dengan persiapan tim yang matang, strategi formasi 4-3-3 dan transisi cepat yang terencana, serta fokus pada mentalitas pemain, Singo Edan siap memberikan yang terbaik.
Simak ulasan lengkapnya dalam artikel terkait: sorotan jelang laga
Marcos Santos membawa pemain Arema laga tandang tidak hanya untuk bertanding, tetapi juga untuk membawa pulang poin dan kebanggaan bagi Aremania. Dengan kerja keras dan determinasi, Arema FC bertekad terus bersaing di papan atas BRI Super League 2025/2026 dan mewujudkan harapan para suporter setianya. Mari kita nantikan kiprah selanjutnya dari Singo Edan di setiap laga!