Rinov/Pitha Kandas Besar di Kejuaraan Dunia BWF 2025: Menguak Masalah yang Belum Teratasi

Dipublikasikan 29 Agustus 2025 oleh admin
Olahraga

Yogyakarta, zekriansyah.com – Kabar kurang menggembirakan datang dari dunia bulutangkis Indonesia. Pasangan ganda campuran andalan kita, Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari, harus mengakhiri perjalanan mereka di Kejuaraan Dunia BWF 2025 lebih cepat dari yang diharapkan. Target semifinal yang dicanangkan pelatih harus ambyar, ketika Rinov/Pitha kandas besar di babak 32 besar. Apa sebenarnya yang terjadi di lapangan? Dan bagaimana masa depan mereka setelah hasil ini? Mari kita bedah tuntas masalah Rinov/Pitha yang seolah tak kunjung usai.

Rinov/Pitha Kandas Besar di Kejuaraan Dunia BWF 2025: Menguak Masalah yang Belum Teratasi

Pasangan ganda campuran andalan Indonesia, Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari, harus tersingkir lebih awal dari Kejuaraan Dunia BWF 2025, mengindikasikan adanya masalah yang perlu segera diatasi.

Artikel ini akan membahas secara mendalam penyebab kekalahan Rinov/Pitha, reaksi dari para pemain dan pelatih, serta implikasi hasil ini terhadap masa depan karir mereka di pelatnas. Siapkan diri Anda untuk menyelami dinamika di balik layar performa atlet top Indonesia!

Perjalanan Singkat di Paris: Antara Harapan dan Kenyataan Pahit

Kejuaraan Dunia BWF 2025 di Adidas Arena, Paris, Prancis, menjadi panggung yang seharusnya bisa Rinov/Pitha manfaatkan untuk unjuk gigi. Namun, realita di lapangan berkata lain.

Awal yang Menjanjikan: Lolos Babak 64 Besar

Sebelum Rinov/Pitha kandas besar, mereka sebenarnya mengawali turnamen dengan cukup baik. Di babak 64 besar, mereka berhasil menyingkirkan wakil Taiwan, Ming Che Lu/Hung En-Tzu, dalam pertarungan sengit tiga gim. Rinov/Pitha menang dengan skor 14-21, 21-15, dan 21-16. Kemenangan ini memberikan harapan bahwa mereka bisa melangkah lebih jauh. Pitha sempat mengakui kesulitan membaca pola permainan lawan, sementara Rinov menekankan pentingnya menjaga fokus dan ketenangan.

Terhenti di Babak 32 Besar: Hadangan Unggulan Hong Kong

Sayangnya, langkah mereka terhenti di babak 32 besar pada Rabu, 27 Agustus 2025. Mereka berhadapan dengan lawan tangguh, unggulan kelima asal Hong Kong, Tang Chun Man/Tse Ying Suet. Setelah berjuang selama 38 menit, Rinov/Pitha harus mengakui keunggulan lawan dua gim langsung dengan skor 16-21, 14-21. Kekalahan ini menjadi pukulan telak, mengingat target semifinal yang sudah di depan mata.

Blusukan ke Lapangan: Apa Kata Rinov dan Pitha?

Usai pertandingan, baik Rinov maupun Pitha mengungkapkan kendala yang mereka hadapi. Pengakuan ini bisa menjadi gambaran jelas masalah Rinov/Pitha di lapangan.

Rinov: “Servis Lawan Bikin Mati Kutu!”

Rinov Rivaldy menyoroti kesulitan dalam menerima servis lawan. “Tadi kesulitan utamanya lebih ke servis. Jadi terima servisnya itu sudah buat posisi kami enggak enak, gampang keserang, dan jadinya kehilangan banyak poin,” kata Rinov. Ia juga mengakui pengalaman lawan yang lebih unggul. “Mereka memang pemain yang sudah sangat berpengalaman, jadi memang punya keunggulan di situ,” tambahnya.

Pitha: “Banyak Mati Sendiri, Pengembalian Tanggung!”

Senada dengan Rinov, Pitha Haningtyas Mentari juga menyadari banyak kesalahan yang mereka buat sendiri. “Kurang lebih sama, cuma tadi di game pertama pas poin-poin mepet, bola-bola enak saya malah banyak mati-mati sendiri, itu seharusnya bola-bola yang enggak boleh mati,” ujar Pitha. Selain itu, agresivitas Tse di depan net dan pengembalian bola yang tanggung juga menjadi penyebab Rinov/Pitha kehilangan banyak angka.

Masa Depan Rinov/Pitha di Ujung Tanduk? Evaluasi PBSI dan Sorotan Performa

Kekalahan di Kejuaraan Dunia BWF 2025 ini bukan hanya sekadar hasil pertandingan, melainkan juga memicu pertanyaan besar mengenai masa depan pasangan ganda campuran ini. Masalah Rinov/Pitha kini menjadi fokus evaluasi PBSI.

Target Semifinal yang Jauh Panggang dari Api

Sebelum turnamen, pelatih kepala ganda campuran Pelatnas PBSI, Rionny Mainaky, secara eksplisit menargetkan semifinal bagi Rinov/Pitha. Hasil yang kandas besar di babak 32 besar jelas jauh dari harapan. Ini mengindikasikan adanya gap antara target dan performa yang ditampilkan.

Isyarat Perombakan dari Pelatih Rionny Mainaky

Menanggapi hasil ini, Rionny Mainaky sudah memberikan sinyal kuat akan adanya evaluasi serius. “Saya dan Binpres setelah hasil Kejuaraan Dunia kita harus bicara lagi bagaimana tentang anak ini. Kita lihat bagaimana, pasti dia (Binpres) tanya sebagai pelatih dengan statement-statement itu pasti keluar, seperti rombak (dan sebagainya),” kata Rionny. Ini menunjukkan bahwa opsi perombakan atau bahkan degradasi bukanlah hal yang mustahil bagi Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari.

Tren Performa yang Stagnan: Sorotan dari Belakang

Sejarah performa Rinov/Pitha dalam beberapa turnamen terakhir juga menjadi sorotan. Sebelumnya, Rinov sempat meminta rehat karena merasa permainannya stagnan. Beberapa hasil yang kurang memuaskan antara lain:

  • Kejuaraan Asia 2025: Terhenti di perempat final, kalah dari unggulan teratas Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin (Cina). Pitha mengaku tidak puas dan menyoroti konsistensi serta kesalahan sendiri.
  • Singapore Open 2025: Tersingkir di babak 32 besar.
  • Indonesia Open 2025: Tersingkir di babak 32 besar, kalah dari pasangan Singapura Hee Yong Kai Terry/Jin Yu Jia dalam tiga gim.
  • Thailand Open 2024: Kandas di semifinal, di mana Rinov mengalami cedera pergelangan kaki.

Rentetan hasil ini memperkuat argumen bahwa masalah Rinov/Pitha bukan hanya terjadi sesaat, melainkan sudah menjadi tren yang perlu penanganan serius. Kabid Binpres PBSI, Eng Hian, juga menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada pelatih Rionny Mainaky, menekankan pentingnya pencapaian yang sesuai target dengan kapasitas atlet.

Apa Langkah Selanjutnya untuk Rinov/Pitha?

Kandasnya Rinov/Pitha di Kejuaraan Dunia BWF 2025, ditambah dengan pernyataan-pernyataan dari pelatih dan Kabid Binpres, menempatkan mereka di persimpangan jalan yang krusial. Masalah Rinov/Pitha yang terus muncul, terutama terkait konsistensi dan kesalahan sendiri di poin-poin penting, membutuhkan solusi yang komprehensif.

Meskipun kekecewaan pasti ada, ini juga bisa menjadi momen bagi Rinov dan Pitha untuk berbenah diri secara total. Entah itu dengan evaluasi mendalam, perubahan strategi latihan, atau bahkan perombakan pasangan jika memang itu yang terbaik. Kita berharap, apapun keputusan yang diambil oleh PBSI, itu adalah demi kebaikan dan kemajuan bulutangkis Indonesia di kancah dunia. Dukungan dari para penggemar pasti akan selalu mengalir untuk Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari agar bisa bangkit lebih kuat!