Legenda Persija Jakarta Kecam Keras Insiden Brimob Lindas Ojol, Serukan Usut Tuntas!

Dipublikasikan 29 Agustus 2025 oleh admin
Sosial Politik

Yogyakarta, zekriansyah.com – Sebuah insiden tragis yang melibatkan kendaraan taktis Brimob melindas driver ojek online (ojol) hingga tewas saat demonstrasi di Jakarta telah memicu gelombang kemarahan publik. Bukan hanya masyarakat umum, para tokoh sepak bola nasional pun ikut bersuara, termasuk legenda Persija Jakarta, Ramdani Lestaluhu. Kecaman keras ini menjadi sorotan, menandakan betapa seriusnya masalah kekerasan aparat dan tuntutan akan keadilan.

Legenda Persija Jakarta Kecam Keras Insiden Brimob Lindas Ojol, Serukan Usut Tuntas!

Legenda Persija Jakarta, Ramdani Lestaluhu, mengecam keras insiden kendaraan taktis Brimob melindas driver ojol saat demo di Jakarta, mendesak agar kasus ini diusut tuntas.

Anda mungkin bertanya-tanya, bagaimana bisa kejadian memilukan ini terjadi, dan mengapa seorang legenda sepak bola merasa perlu untuk angkat bicara? Mari kita selami lebih dalam kronologi insiden ini dan bagaimana suara-suara penting dari dunia sepakbola Indonesia menggema menuntut pertanggungjawaban.

Tragedi di Tengah Demonstrasi: Affan Kurniawan Tewas Dilindas Rantis Brimob

Pada Kamis, 28 Agustus malam, di tengah hiruk pikuk demonstrasi besar-besaran di kawasan Pejompongan, Jakarta, sebuah kejadian nahas terjadi. Seorang driver ojek online bernama Affan Kurniawan menjadi korban jiwa. Affan terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob saat ia terjebak dalam kerumunan demo. Meskipun sempat dilarikan ke RSCM, nyawanya tidak dapat tertolong.

Insiden ini sontak menjadi viral di media sosial, menyulut kemarahan dan duka mendalam bagi banyak pihak. Video detik-detik kejadian tersebar luas, menunjukkan betapa mengerikannya peristiwa tersebut dan memicu pertanyaan besar tentang prosedur pengamanan dalam demonstrasi serta keselamatan warga sipil.

Ramdani Lestaluhu: Suara Tegas dari Hati Nurani Mantan Macan Kemayoran

Melihat rekaman video yang memilukan itu, hati Ramdani Lestaluhu tergerak. Mantan gelandang Persija Jakarta yang dikenal dengan loyalitas dan semangat juangnya di lapangan ini, tak tinggal diam. Melalui akun Instagram pribadinya, Ramdani membagikan ulang video tersebut dengan sebuah pesan yang sangat menyentuh dan penuh kecaman:

“Lihat kan apa yang ada di pikiran mereka tentang rakyat?? Betapa biadap Hati inlis, usut sampai Tuntas,” tulis Ramdani, menyerukan agar kasus ini diusut hingga tuntas.

Kecaman dari Ramdani Lestaluhu ini bukan sekadar luapan emosi sesaat. Ia adalah sosok yang pernah membawa Persija Jakarta meraih kejayaan, termasuk gelar Liga 1 2018, Piala Presiden 2018, dan Piala Menpora 2021. Setelah pensiun pada Juni lalu, kini ia berkiprah sebagai pelatih di Persija Youth Development. Suara dari seorang legenda yang dihormati di dunia sepak bola tentu memiliki bobot tersendiri, menambah tekanan publik agar insiden ini tidak dianggap remeh.

Siapa Ramdani Lestaluhu?

  • Pemain Profesional: Mantan gelandang Persija Jakarta (2007-2012, 2014-2022).
  • Prestasi: Juara Liga 1 2018, Piala Presiden 2018, Piala Menpora 2021 bersama Persija.
  • Timnas: Pernah membela Timnas Indonesia dengan 4 caps dan 2 gol.
  • Keluarga Pesepakbola: Kakak dari Abduh Lestaluhu dan Pandi Lestaluhu.
  • Peran Saat Ini: Pelatih di Persija Youth Development.

Solidaritas dari Lapangan Hijau: Shahar Ginanjar Ikut Bersuara

Tidak hanya Ramdani, kiper Shahar Ginanjar, yang juga pernah membela Persija dan Persib Bandung, turut menyuarakan keprihatinannya. Shahar membagikan postingan bertuliskan ’RIP Indonesia’s Democracy’ di Instastory-nya. Ungkapan ini menjadi bentuk kritik tajam terhadap kondisi demokrasi di Indonesia yang seolah tercoreng oleh kekerasan aparat terhadap rakyat.

Kecaman dari dua figur penting di dunia sepak bola ini menunjukkan bahwa insiden Brimob lindas ojol ini bukan hanya masalah hukum, tetapi juga masalah kemanusiaan dan keadilan yang menyentuh hati banyak orang, lintas profesi.

Tuntutan Keadilan Menguat: Usut Tuntas dan Lindungi Rakyat!

Insiden tewasnya Affan Kurniawan telah memicu berbagai reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat. Dari kalangan Aktivis 98 hingga para driver ojol di berbagai daerah, semua menuntut keadilan. Tujuh anggota Brimob yang terlibat dalam insiden ini telah terbukti melanggar kode etik Polri dan sedang dalam proses pemeriksaan.

Massa yang marah bahkan sempat mendatangi Mako Brimob di Kwitang, menuntut pertanggungjawaban. Presiden Prabowo Subianto pun menyampaikan duka cita dan mengaku sedih serta kecewa atas kejadian tersebut. Hal ini menegaskan bahwa kasus ini harus ditangani dengan serius dan transparan, tanpa adanya impunitas bagi pelaku.

Kesimpulan: Keadilan untuk Affan, Pelajaran untuk Kita Semua

Tragedi Brimob lindas ojol yang menewaskan Affan Kurniawan adalah pengingat pahit bagi kita semua tentang pentingnya perlindungan hak-hak sipil dan penegakan hukum yang adil. Suara tegas dari legenda Persija Jakarta seperti Ramdani Lestaluhu dan pesepak bola lainnya seperti Shahar Ginanjar adalah cerminan dari keresahan publik yang lebih luas.

Kita semua berharap agar proses hukum berjalan transparan, para pelaku dihukum setimpal, dan insiden serupa tidak terulang lagi di masa depan. Keadilan bagi Affan Kurniawan bukan hanya tentang menghukum yang bersalah, tetapi juga tentang menegakkan prinsip-prinsip kemanusiaan dan demokrasi yang menjadi pondasi bangsa ini. Mari kita terus mengawal kasus ini, agar keadilan benar-benar ditegakkan dan hak-hak rakyat terlindungi sepenuhnya.