Yogyakarta, zekriansyah.com – Dunia UFC selalu dipenuhi kejutan dan pertarungan sengit. Kini, sorotan tertuju pada Islam Makhachev, juara kelas ringan UFC yang digadang-gadang sebagai penerus legendaris Khabib Nurmagomedov. Kabar terbaru menyebutkan Islam akan menjajal tantangan baru dengan naik ke divisi kelas welter, sebuah langkah besar yang memicu banyak pertanyaan. Siapa saja petarung yang dianggap paling berbahaya di kelas barunya ini? Khabib Nurmagomedov, sang mentor dan sahabat dekat, baru-baru ini angkat bicara dan memberikan analisis tajamnya.
Khabib Nurmagomedov beberkan ancaman terbesar bagi Islam Makhachev jika naik kelas welter, menegaskan bukan Ilia Topuria melainkan tantangan lain yang lebih signifikan.
Jika Anda penasaran siapa saja lawan yang paling berpotensi menyulitkan Islam Makhachev di kelas welter, dan mengapa Khabib punya pandangan yang mungkin mengejutkan, Anda berada di tempat yang tepat. Artikel ini akan membahas secara tuntas prediksi dan pandangan Khabib, serta mengupas prospek masa depan karier Islam Makhachev.
Perjalanan Islam Makhachev: Dari Juara Ringan ke Tantangan Welter
Islam Makhachev telah membuktikan dominasinya di kelas ringan UFC. Dengan rekor yang fantastis, ia berhasil mempertahankan gelarnya dan mengukuhkan diri sebagai petarung terbaik di divisinya. Namun, semangat untuk terus berkembang dan mengejar tantangan baru mendorongnya untuk melangkah lebih jauh.
Keputusan untuk naik ke kelas welter bukan tanpa alasan. Ambisi untuk meraih gelar di dua divisi berbeda adalah salah satu impian besar para petarung elite. Pertarungan pertamanya di kelas ini dijadwalkan akan menghadapi Jack Della Maddalena, sosok yang tak bisa dianggap remeh. Duel ini diprediksi akan menjadi penentu seberapa jauh Islam mampu bersaing di divisi yang lebih berat.
Analisis Khabib: Siapa Ancaman Nyata di Kelas Welter?
Sebagai mentor dan rekan latihan yang paling memahami Islam Makhachev, pandangan Khabib Nurmagomedov selalu dinanti. Dalam wawancaranya dengan Kamil Gadzhiyev, Khabib terang-terangan menyebut beberapa nama yang ia anggap sebagai ancaman serius.
Menurut Khabib, Shavkat Rakhmonov, Belal Muhammad, dan Jack Della Maddalena adalah tiga nama yang paling menonjol di divisi welter. Namun, ada satu nama yang secara khusus paling mengkhawatirkan Khabib, bahkan lebih dari petarung top lain seperti Ilia Topuria.
“Di divisi kelas welter, saya melihat Shavkat Rakhmonov sebagai seseorang yang dihormati dan membawa risiko nyata. Shavkat, Belal Muhammad, dan Jack Della Maddalena adalah ancaman terbesar.”
“Saya pikir Maddalena adalah lawan terberat dalam karier Islam, itu pendapat saya pribadi. Bukan Charles, bukan Ilia Topuria. Maddalena dua kali lebih besar dari Ilia, lebih tinggi, kaki lebih kuat, tubuh lebih besar. Tinju dia sama bagusnya. Dan ia tangguh dalam gulat.”
Khabib bahkan menegaskan bahwa ia lebih khawatir menghadapi Maddalena dibandingkan Ilia Topuria, meskipun Topuria juga adalah petarung yang sangat berbahaya. Alasannya? Keunggulan fisik Maddalena yang meliputi ukuran tubuh, kekuatan kaki, serta kemampuan striking dan grappling yang seimbang. Ini akan menjadi ujian berat pertama bagi Islam di kelas welter.
Prediksi Pensiun Islam Makhachev: Akankah Mengikuti Jejak Sang Mentor?
Selain membahas lawan-lawan tangguh, Khabib Nurmagomedov juga menyinggung soal masa depan karier Islam Makhachev, termasuk potensi pensiunnya. Khabib menilai bahwa di usia 34 tahun Islam (yang akan genap pada Oktober mendatang), waktu bertarungnya di UFC mungkin tidak akan lama lagi.
Khabib, yang dikenal pensiun di puncak karier dengan rekor tak terkalahkan 29-0, menekankan pentingnya berhenti saat masih prima.
“Ketika kamu mencapai 35 tahun, kamu harus berhenti karena ini adalah saatnya meninggalkan olahraga untuk anak-anak muda. Kalau kamu terus bertahan setelah usia 35, seseorang akan menyelesaikanmu. Jadi lebih baik pensiun saat masih di puncak.”
Khabib memprediksi Islam hanya akan bertarung satu setengah hingga dua tahun ke depan. Jika Islam berhasil mengalahkan Maddalena dan meraih gelar kedua, pertanyaan besar yang muncul adalah “Apa lagi yang bisa diraih?”. Pertarungan super melawan juara kelas ringan baru, Ilia Topuria, bisa menjadi satu-satunya tantangan menarik yang tersisa setelah itu. Namun, keputusan akhir tentu ada di tangan Islam sendiri.
Kesimpulan
Analisis mendalam dari Khabib Nurmagomedov tentang saingan berat Islam Makhachev di kelas welter memberikan gambaran jelas tentang tantangan yang menanti. Nama Jack Della Maddalena menjadi sorotan utama sebagai ujian terberat Islam, bahkan melebihi nama besar seperti Ilia Topuria, karena keunggulan fisik dan kemampuan bertarung yang seimbang.
Masa depan Islam Makhachev di UFC memang penuh potensi, namun juga dibayangi prediksi pensiun di usia muda. Kita semua tentu berharap Islam dapat terus menorehkan sejarah dan pensiun dengan gemilang, mengikuti jejak mentornya, Khabib Nurmagomedov. Petarung sejati tahu kapan harus berhenti, dan Islam sepertinya akan membuat keputusan yang tepat demi warisan legasinya.