Yogyakarta, zekriansyah.com – Halo para pecinta bulutangkis di seluruh Tanah Air! Gelaran akbar Kejuaraan Dunia BWF 2025 sedang berlangsung di Paris, Prancis, tepatnya di Adidas Arena, dari tanggal 25 hingga 31 Agustus 2025. Tentu saja, mata kita semua tertuju pada kiprah para pahlawan Merah Putih di ajang bergengsi ini. Sayangnya, perjalanan wakil Indonesia di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2025 ini penuh dengan drama, kejutan, dan juga sedikit “duh” yang bikin kita menghela napas.
Wakil Indonesia di Kejuaraan Dunia BWF 2025 Paris hadapi drama, Jonatan Christie dan Putri KW melaju ke perempat final, sementara Gregoria Mariska Tunjung dan ganda campuran Jafar/Felisha takluk di babak 16 besar.
Penasaran bagaimana fakta hasil Kejuaraan Dunia BWF 2025 selengkapnya? Siapa saja yang berhasil melaju, dan siapa yang harus berbesar hati angkat koper lebih awal? Yuk, simak rangkuman lengkapnya di artikel ini!
Babak 16 Besar Penuh Ketegangan: Ada yang Melaju, Ada yang Terhenti
Babak 16 besar yang digelar pada Kamis, 28 Agustus 2025, menjadi panggung pertarungan sengit bagi para pebulutangkis terbaik dunia. Wakil Indonesia menghadapi tantangan berat, dan hasilnya pun bercampur aduk.
Jonatan Christie dan Putri KW Gemilang, Lolos ke Perempat Final!
Kabar gembira datang dari sektor tunggal! Jonatan Christie, unggulan kelima di tunggal putra, berhasil menunjukkan kelasnya. Jojo, sapaan akrabnya, sukses menyingkirkan wakil Hong Kong, Lee Cheuk Yiu, dengan skor meyakinkan 21-19 dan 21-9. Sempat tegang di gim pertama, Jojo tampil mendominasi di gim kedua, memastikan satu tempat di babak perempat final.
Tak kalah cemerlang, Putri Kusuma Wardani juga tampil memukau. Putri KW, unggulan kesembilan, berhasil menumbangkan unggulan kedelapan asal Jepang, Tomoka Miyazaki, dua gim langsung 21-12, 21-11. Kemenangan ini diraih dengan cukup dominan dan hanya membutuhkan waktu 38 menit. Putri KW menjadi wakil tunggal putri Indonesia pertama yang mengamankan tiket ke perempat final. Salut!
Gregoria Mariska Tunjung dan Ganda Campuran Jafar/Felisha Tumbang Mengejutkan
Di sisi lain, ada juga kabar yang membuat kita sedikit kecewa. Gregoria Mariska Tunjung, tunggal putri unggulan ketujuh, secara mengejutkan harus mengakui keunggulan wakil Korea Selatan, Sim Yu-jin, dengan skor 15-21, 18-21. Gregoria sempat memberikan perlawanan ketat, namun momentum berpihak pada Sim Yu-jin di poin-poin krusial. Kekalahan ini membuat Gregoria harus mengakhiri perjalanannya di Kejuaraan Dunia BWF 2025 lebih cepat.
Hal serupa juga dialami pasangan ganda campuran muda kita, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu. Setelah tampil impresif di babak 32 besar, Jafar/Felisha harus takluk dalam pertarungan sengit tiga gim dari unggulan keempat asal Malaysia, Chen Tang Jie/Toh Ee Wei, dengan skor 21-14, 19-21, 17-21. Rekor pertemuan mereka melawan pasangan Malaysia ini memang belum berpihak, dan kali ini, langkah mereka harus terhenti di babak 16 besar.
Menanti Hasil Para Pejuang Lain di 16 Besar
Perjalanan Indonesia di babak 16 besar belum usai sepenuhnya pada Kamis sore WIB. Beberapa wakil kita masih akan bertanding untuk memperebutkan tiket ke perempat final, di antaranya:
- Alwi Farhan (Tunggal Putra) vs Kunlavut Vitidsarn (Thailand)
- Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi (Ganda Putri) vs Baek Ha-na/Lee So-hee (Korea Selatan)
- Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti (Ganda Putri) vs Pearly Tan/Thinaah Muralitharan (Malaysia)
- Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana (Ganda Putra) vs Kim Won-ho/Seo Seung-jie (Korea Selatan)
- Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (Ganda Putra) vs Takuro Hoki/Yugo Kobayashi (Jepang)
Mari kita doakan yang terbaik agar mereka bisa menyusul Jonatan Christie dan Putri Kusuma Wardani ke babak selanjutnya!
Langkah Terhenti Lebih Awal: Siapa Saja yang Harus Angkat Koper?
Sebelum babak 16 besar, beberapa wakil Indonesia sudah harus mengakhiri perjuangan mereka di babak-babak awal. Ini tentu menjadi catatan penting dalam hasil Kejuaraan Dunia BWF 2025 bagi kontingen Merah Putih.
Ginting, Rinov/Pitha, dan Sabar/Reza Gugur di Babak Awal
Salah satu kejutan yang kurang menyenangkan adalah gugurnya Anthony Sinisuka Ginting di babak awal. Ginting harus takluk dari wakil tuan rumah, Toma Junior Popov, dalam pertarungan rubber game yang sangat ketat dan memakan waktu 1 jam 32 menit dengan skor 18-21, 21-19, 23-25.
Di sektor ganda campuran, Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari juga harus angkat koper setelah kalah dari unggulan kelima asal Hong Kong, Tang Chun Man/Tse Ying Suet, dengan skor 16-21, 14-21 di babak 32 besar.
Sementara itu, pasangan ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani menunjukkan semangat juang yang luar biasa, namun harus menyerah di babak 32 besar. Mereka kalah dalam pertarungan tiga gim yang dramatis melawan Rasmus Kjaer/Frederik Sogaard dari Denmark dengan skor tipis 18-21, 21-18, 24-26. Sebuah pertandingan yang mendebarkan!
Mengapa Perjalanan Indonesia Begitu Menantang di Kejuaraan Dunia Ini?
Melihat fakta hasil Kejuaraan Dunia BWF 2025 sejauh ini, memang banyak pasang surut yang dialami wakil Indonesia. Turnamen sekelas Kejuaraan Dunia memang selalu menjadi ajang paling menantang. Setiap atlet yang tampil adalah yang terbaik di negaranya, dan tekanan kompetisi sangatlah tinggi, hampir setara dengan Olimpiade.
Seperti yang disampaikan oleh Kabid Binpres Pelatnas PP PBSI, Eng Hian, “Ini adalah Kejuaraan Dunia, semua bisa terjadi. Tekanan dan suasananya hampir sama dengan Olimpiade, jadi tidak boleh lengah sedikitpun.” Pernyataan ini benar adanya, di mana pemain harus siap sejak pertandingan pertama.
Meskipun beberapa wakil sudah harus pulang, semangat juang para atlet kita patut diacungi jempol. Tengok saja Alwi Farhan yang berhasil membalas kekalahan sebelumnya dari Lin Chun-Yi di babak 32 besar. Dengan strategi yang lebih sabar dan ulet, Alwi berhasil meraih kemenangan. “Rasa sakit itu masih teringat, jadi di sini saya ingin sekali bisa menyelesaikan pertandingan dengan baik. Alhamdulillah hasilnya sesuai harapan,” ujar Alwi setelah kemenangannya.
Kesimpulan: Perjuangan Belum Berakhir!
Fakta hasil Kejuaraan Dunia BWF 2025 memang menunjukkan dinamika yang luar biasa. Ada momen kegembiraan saat Jonatan Christie dan Putri Kusuma Wardani melaju gagah ke perempat final, namun juga ada momen sedih saat Gregoria Mariska Tunjung serta Jafar/Felisha harus terhenti. Beberapa wakil lain pun sudah lebih dulu mengakhiri perjuangan.
Namun, ini adalah bagian dari kompetisi. Para atlet sudah mengerahkan yang terbaik. Perjalanan masih panjang, dan kita semua tentu berharap sisa wakil Indonesia yang masih berjuang bisa memberikan hasil terbaik dan bahkan membawa pulang gelar juara. Mari terus berikan dukungan penuh untuk Merah Putih di Kejuaraan Dunia BWF 2025! Semangat!