Hasil Kejuaraan Dunia BWF 2025: Fajar/Rian Tersingkir, Perjalanan Ganda Putra Indonesia Berakhir

Dipublikasikan 28 Agustus 2025 oleh admin
Olahraga

Yogyakarta, zekriansyah.com – Kabar kurang menggembirakan datang dari ajang bergengsi Kejuaraan Dunia BWF 2025 di Paris, Prancis. Pasangan ganda putra andalan Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, harus mengakhiri perjalanan mereka lebih awal setelah tersingkir di babak 16 besar. Ini tentu menjadi sorotan bagi para penggemar bulu tangkis Tanah Air yang selalu menanti kiprah mereka. Mari kita bedah lebih lanjut bagaimana perjuangan Fajar/Rian di turnamen ini dan apa artinya bagi tim Indonesia.

Hasil Kejuaraan Dunia BWF 2025: Fajar/Rian Tersingkir, Perjalanan Ganda Putra Indonesia Berakhir

Fajar/Rian harus rela tersingkir di babak 16 besar Kejuaraan Dunia BWF 2025 Paris, mengakhiri harapan Indonesia di nomor ganda putra.

Perjalanan Penuh Tantangan: Nyaris Tersingkir di Awal

Sebelum takluk di babak 16 besar, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto sudah menunjukkan mental baja yang luar biasa. Di babak 32 besar, mereka nyaris saja pulang lebih awal. Bertanding melawan pasangan Hong Kong, Hung Kuei Chun/Lui Chun Wai pada Selasa, 26 Agustus 2025, Fajar/Rian harus berjuang keras hingga tiga gim yang menegangkan.

Pertandingan berlangsung selama 46 menit di Adidas Arena, Paris. Setelah kalah di gim pertama dengan skor 14-21, Fajar/Rian bangkit di gim kedua dengan kemenangan telak 21-11. Puncak drama terjadi di gim penentuan, di mana mereka sempat tertinggal jauh 16-20. Namun, dengan semangat pantang menyerah, mereka berhasil meraih enam poin beruntun dan membalikkan keadaan menjadi 22-20.

“Lawan bermain sangat confident, nothing to lose, tanpa beban, dan beberapa kali serangan-serangan dari mereka tidak bisa kami kembalikan,” ungkap Fajar usai pertandingan sengit tersebut. Rian menambahkan bahwa ini adalah pertandingan pertama mereka setelah Indonesia Open, sehingga touch dan suasana pertandingan masih perlu adaptasi.

Kemenangan dramatis ini membuktikan bahwa Fajar/Rian punya semangat juang yang tinggi, meskipun mereka menyadari performa masih belum mencapai puncaknya.

Langkah Terhenti di Babak 16 Besar Melawan Jepang

Setelah melewati rintangan berat di babak 32 besar, harapan besar tertumpu pada Fajar/Rian untuk melaju lebih jauh. Namun, takdir berkata lain. Pada Kamis, 28 Agustus 2025, di babak 16 besar, pasangan unggulan keempat ini harus menghadapi lawan tangguh dari Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi.

Pertandingan yang berlangsung di Adidas Arena, Paris, ini berjalan ketat sejak awal. Fajar/Rian berhasil merebut gim pertama dengan skor meyakinkan 21-13. Namun, dominasi mereka tidak bertahan lama. Hoki/Kobayashi bangkit di gim kedua dan berhasil mengalahkan Fajar/Rian dengan skor 11-21.

Gim ketiga menjadi penentu. Perebutan angka berlangsung sengit, bahkan sempat imbang 8-8. Fajar/Rian sempat memimpin di interval dengan 11-8, dan mempertahankan jarak hingga 14-11. Sayangnya, pasangan Jepang berhasil mengejar dan menyamakan kedudukan 15-15, bahkan berbalik memimpin. Beberapa kesalahan sendiri dari Fajar/Rian di poin-poin krusial membuat mereka kehilangan momentum. Akhirnya, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi berhasil mengamankan gim ketiga dengan skor 21-17, sekaligus menghentikan langkah Fajar/Rian di Kejuaraan Dunia BWF 2025.

Nasib Ganda Putra Indonesia di Kejuaraan Dunia BWF 2025

Kekalahan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto ini terasa semakin pahit mengingat wakil ganda putra Indonesia lainnya, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, juga tersingkir di babak 16 besar pada hari yang sama. Leo/Bagas takluk dari wakil Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae, dengan skor 21-18, 9-21, 4-21.

Dengan hasil ini, sektor ganda putra Indonesia dipastikan sudah tidak memiliki wakil lagi di Kejuaraan Dunia BWF 2025. Ini menjadi pukulan telak bagi kontingen Merah Putih yang sebelumnya memiliki harapan besar pada dua pasangan top ini.

Pelajari lebih lanjut tentang duh! dan *fakta di sini: duh! dan *fakta.

Menatap Masa Depan Bulu Tangkis Indonesia

Tersingkirnya Fajar/Rian dan Leo/Bagas di Kejuaraan Dunia BWF 2025 tentu menyisakan rasa kecewa. Namun, dalam olahraga, kekalahan adalah bagian dari proses. Ini bisa menjadi pelajaran berharga untuk evaluasi dan persiapan yang lebih matang di turnamen-turnamen mendatang.

Semoga para atlet bulu tangkis Indonesia, khususnya di sektor ganda putra, bisa segera bangkit, belajar dari pengalaman ini, dan terus berlatih keras untuk meraih prestasi yang lebih gemilang di masa depan. Dukungan penuh dari kita semua tentu akan menjadi motivasi bagi mereka untuk terus berjuang mengharumkan nama bangsa.