Yogyakarta, zekriansyah.com – Kabar kurang menyenangkan datang dari Kejuaraan Dunia BWF 2025 di Paris. Tunggal putra muda kebanggaan Indonesia, Alwi Farhan, harus menghentikan langkahnya di babak 16 besar. Meski patah hati karena kekalahan tipis, performa Alwi Farhan sungguh luar biasa, nyaris saja menumbangkan juara bertahan! Artikel ini akan mengulas detail perjuangan Alwi, mulai dari kemenangan balas dendamnya hingga duel dramatis yang menguras emosi melawan sang juara dunia.
Alwi Farhan menunjukkan perjuangan heroik di Kejuaraan Dunia BWF 2025, nyaris tumbangkan juara dunia Kunlavut Vitidsarn meski terhenti di babak 16 besar.
Perjalanan Penuh Perjuangan Alwi Farhan di Kejuaraan Dunia 2025
Perjalanan Alwi Farhan di ajang prestisius Kejuaraan Dunia BWF 2025 ini adalah sebuah kisah penuh semangat dan determinasi. Sebelum menghadapi tantangan berat, Alwi menunjukkan mental baja di babak sebelumnya.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai duh! *fakta hasil, kunjungi: duh! *fakta hasil.
Balas Dendam Manis atas Lin Chun-yi di Babak Awal
Sebelum bertarung di babak 16 besar, Alwi Farhan berhasil membalas kekalahan menyakitkan dari tunggal putra Taiwan, Lin Chun-yi (unggulan ke-12). Pertandingan yang berlangsung di Adidas Arena, Paris, pada Kamis (28/8) dini hari WIB, berhasil dimenangkan Alwi. Ia tampil solid dan dengan strategi yang matang.
Alwi menang dua gim langsung dengan skor 21-17, 22-20 dalam waktu 48 menit. Kemenangan ini bukan hanya sekadar tiket ke babak selanjutnya, tapi juga penuntasan ‘rasa sakit’ yang masih membekas dari Australia Open 2024. Saat itu, Alwi harus menyerah tipis meski sempat unggul 20-16 di gim penentuan. “Saya masih ingat rasa sakitnya di Australia Open sudah memimpin 20-16 tapi harus kalah,” ujar Alwi, memotivasi dirinya untuk tampil lebih baik di Paris.
Duel Sengit Melawan Juara Dunia Kunlavut Vitidsarn
Kemenangan itu membawa Alwi ke babak 16 besar, di mana ia sudah ditunggu lawan yang sangat tangguh: Kunlavut Vitidsarn dari Thailand, sang juara dunia 2023 sekaligus unggulan ketiga turnamen. Vitidsarn dikenal memiliki permainan bertahan yang sangat solid dan stamina luar biasa. Pertemuan ini juga menjadi ajang ‘balas dendam’ bagi Alwi, mengingat ia pernah takluk dari Vitidsarn di babak awal China Open 2025.
Drama Rubber Game yang Menguras Emosi di Adidas Arena
Pertandingan antara Alwi Farhan dan Kunlavut Vitidsarn berlangsung di Adidas Arena, Paris, pada Kamis (28/8/2025) malam WIB. Duel ini benar-benar menguji mental dan fisik kedua pemain, berlangsung selama 1 jam 16 menit dengan intensitas tinggi.
Di gim pertama, Alwi mampu mengimbangi permainan Vitidsarn dan hanya tertinggal 9-11 saat interval. Setelah sempat mengejar hingga 16-16, Vitidsarn merespons dengan merebut empat poin beruntun. Meski Alwi sempat dua kali menggagalkan game point, ia akhirnya harus kehilangan gim pertama dengan skor 18-21.
Memasuki gim kedua, Alwi sempat tertinggal jauh 1-7. Namun, dengan semangat pantang menyerah, ia bangkit luar biasa dan berbalik unggul 11-10 di interval. Alwi terus mempertahankan keunggulannya dan berhasil menutup gim kedua dengan merebut empat poin beruntun, memaksakan rubber game dengan skor 21-18.
Di gim penentuan, Alwi tak menyerah. Meski tertinggal 7-12 dan 10-15, ia menunjukkan semangat luar biasa dengan merebut enam poin beruntun, berbalik unggul! Skor terus berkejaran hingga 20-20, memicu adu setting yang mendebarkan. Sayangnya, dewi fortuna belum berpihak pada Alwi. Ia harus mengakui keunggulan Vitidsarn dengan skor tipis 20-22, mengakhiri perjuangannya di Kejuaraan Dunia BWF 2025.
Pelajaran Berharga dan Harapan di Masa Depan
Meski harus menelan patah hati di babak 16 besar, penampilan Alwi Farhan di Kejuaraan Dunia 2025 patut diacungi jempol. Pebulu tangkis berusia 20 tahun ini menunjukkan bahwa ia memiliki potensi besar untuk menjadi bintang tunggal putra Indonesia di masa depan. Mental baja, strategi matang, dan semangat pantang menyerah adalah modal berharga yang ia tunjukkan.
Kekalahan ini tentu menjadi pelajaran berharga, mengasah mental dan strateginya untuk turnamen-turnamen mendatang. Publik bulutangkis Indonesia menantikan kiprah Alwi selanjutnya!
Kesimpulan
Singkatnya, hasil Kejuaraan Dunia BWF 2025 memang menyisakan patah hati Alwi Farhan bagi para penggemar. Namun, perjuangan heroiknya melawan juara dunia Kunlavut Vitidsarn adalah bukti nyata talenta dan semangat juang yang luar biasa. Jangan khawatir, ini bukan akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang Alwi untuk meraih puncak kejayaan bulutangkis dunia. Terus dukung Alwi Farhan!