Yogyakarta, zekriansyah.com – Rumor transfer dalam sepak bola itu memang selalu menarik, apalagi kalau melibatkan nama-nama besar dan sedikit drama. Salah satu kisah yang sempat bikin heboh adalah dugaan bahwa Massimiliano Allegri, pelatih AC Milan, pernah minta Milan rekrut Dusan Vlahovic. Striker tajam Juventus itu disebut-sebut jadi incaran utama Rossoneri di bursa transfer. Tapi, benarkah demikian? Mari kita bedah lebih dalam saga transfer ini, dari gosip panas hingga bantahan tegas, untuk memahami apa sebenarnya yang terjadi di balik layar San Siro.
Massimiliano Allegri dikabarkan pernah meminta AC Milan untuk merekrut Dusan Vlahovic, namun klaim ini masih menjadi sorotan dalam bursa transfer.
Kilas Balik: Ketika Dusan Vlahovic Jadi Target Utama AC Milan
Pada jendela transfer musim panas lalu, dunia sepak bola dikejutkan oleh beberapa laporan yang mengklaim bahwa Massimiliano Allegri sangat menginginkan Dusan Vlahovic. Kabar ini bukan sekadar bisikan angin, melainkan datang dari media-media terkemuka Italia yang memantau pergerakan bursa transfer dengan ketat. AC Milan, yang saat itu memang sedang berburu striker baru untuk memperkuat lini serang, disebut-sebut menjadikan Vlahovic sebagai target prioritas nomor satu Allegri.
Vlahovic, “Obsesi” Allegri di San Siro
Menurut beberapa sumber, seperti laporan dari La Gazzetta dello Sport dan Calciomercato.com, Allegri secara spesifik meminta direktur olahraga Igli Tare untuk mengupayakan kedatangan Dusan Vlahovic ke San Siro. Pelatih yang baru kembali melatih Milan itu sangat memahami kualitas Vlahovic, yang pernah ia latih di Juventus. Pengalaman bekerja sama sebelumnya ini diyakini menjadi alasan kuat mengapa Allegri begitu “terobsesi” dengan bomber asal Serbia tersebut, melihatnya sebagai fondasi bagi ambisi klub untuk kembali bersaing di papan atas.
Negosiasi Alot dan Kendala Gaji Fantastis
Tak hanya sekadar minat, Milan bahkan disebut sudah melangkah jauh dalam negosiasi. Ada kabar bahwa Vlahovic sendiri dikabarkan bersedia memotong gajinya hingga setengahnya, dari €12 juta menjadi €6 juta per tahun, demi bisa bergabung dengan Rossoneri. Juventus, di sisi lain, mematok harga sekitar €20-25 juta untuk melepas sang striker, apalagi kontraknya hanya tersisa satu tahun dan berisiko kehilangan sang pemain secara gratis. Namun, kendala terbesar tetap pada struktur gaji Vlahovic yang tinggi dan permintaan “uang pesangon” dari Juventus, yang membuat kesepakatan menjadi sulit tercapai.
Bantahan Tegas dari Massimiliano Allegri: “Saya Tidak Pernah Meminta Vlahovic”
Di tengah santernya rumor tersebut, Massimiliano Allegri akhirnya angkat bicara dan memberikan klarifikasi yang cukup mengejutkan. Dalam sebuah konferensi pers pada akhir Agustus 2025, ia secara langsung menepis kabar bahwa dirinya pernah meminta AC Milan untuk mendatangkan Dusan Vlahovic. Pernyataan ini tentu saja membuat banyak pihak bertanya-tanya, mana versi cerita yang benar?
Fokus pada Karakteristik, Bukan Nama Pemain
Allegri menjelaskan bahwa diskusinya dengan manajemen klub selalu berpusat pada karakteristik pemain yang dibutuhkan, bukan pada nama spesifik. Ia mengatakan:
“Saya tidak pernah meminta Dusan Vlahovic. Dia pemain Juventus. Saya bicara dengan klub soal karakter pemain (yang kami butuhkan) dan hal-hal yang bisa dilakukan. Jika yang datang pemain dengan karakteristik berbeda, kami harus membuatnya berhasil,” ujar Allegri seperti dilansir Football Italia.
Pernyataan ini mengindikasikan bahwa Allegri lebih mementingkan profil dan kemampuan pemain yang bisa beradaptasi dengan sistemnya, ketimbang terpaku pada satu nama saja. Baginya, yang terpenting adalah tim mendapatkan pemain dengan kriteria yang pas, siapa pun namanya.
Puas dengan Skuad yang Ada
Lebih lanjut, Allegri juga menegaskan bahwa ia merasa senang dan puas dengan skuad yang dimilikinya saat itu. “Hari ini saya memiliki 25 pemain dan saya sangat senang,” katanya. Meskipun Milan mengawali Serie A 2025/2026 dengan kekalahan mengejutkan dari Cremonese, Allegri tetap optimistis dan fokus pada perbaikan tim secara keseluruhan, termasuk lini pertahanan yang ia anggap juga bermasalah. Ini menunjukkan bahwa prioritasnya adalah memaksimalkan potensi pemain yang sudah ada di Milan.
Mengapa Ada Dua Versi Cerita? Membedah Misteri Transfer Vlahovic
Kontradiksi antara laporan media dan pernyataan langsung Allegri memang menimbulkan kebingungan. Ada beberapa kemungkinan yang bisa menjelaskan mengapa narasi mengenai Allegri minta Milan rekrut Vlahovic begitu berliku:
- Dinamika Spekulasi Media: Dunia transfer adalah ladang subur bagi spekulasi. Media seringkali mencoba membaca “sinyal” atau “keinginan” seorang pelatih berdasarkan kebutuhan tim dan ketersediaan pemain di pasar. Mengingat Allegri pernah melatih Vlahovic dan tahu kualitasnya, wajar jika namanya dikaitkan, dan mungkin ada harapan atau diskusi internal awal agar Milan mempertimbangkannya.
- Manajemen Ekspektasi: Ada kemungkinan Allegri memang memiliki preferensi awal terhadap Vlahovic di awal bursa transfer. Namun, seiring berjalannya waktu dan kesulitan negosiasi (terutama soal gaji dan biaya transfer yang fantastis), ia memutuskan untuk mundur dan mengalihkan fokus. Dengan demikian, bantahan di akhir bursa transfer bisa jadi upaya untuk meredakan spekulasi dan menunjukkan dukungan penuh pada pemain yang sudah ada di skuad. Ini adalah cara umum pelatih untuk mengelola ekspektasi publik dan tekanan media.
- Perbedaan Interpretasi: Bisa jadi ada perbedaan antara “meminta secara spesifik” dan “menyebutkan sebagai opsi ideal”. Allegri mungkin tidak “meminta” dalam arti ultimatum, tetapi mengutarakan Vlahovic sebagai profil striker yang sangat cocok dengan visinya. Ketika negosiasi tidak berjalan mulus, ia bisa dengan mudah mengatakan tidak pernah “meminta” secara eksplisit, karena itu bukan perintah mutlak.
Kesimpulan: Sebuah Saga Transfer yang Tak Jadi Nyata
Pada akhirnya, terlepas dari pro dan kontra rumor, Dusan Vlahovic tidak jadi berlabuh ke AC Milan. Kisah tentang apakah Massimiliano Allegri pernah minta Milan rekrut Vlahovic menjadi salah satu bumbu penyedap di bursa transfer musim panas yang lalu. Meskipun Allegri membantah permintaan spesifik, laporan-laporan awal menunjukkan adanya ketertarikan yang kuat dari kubu Rossoneri, didorong oleh potensi keinginan sang pelatih.
Ini membuktikan betapa dinamisnya dunia sepak bola, di mana rumor bisa berubah menjadi fakta, atau sebaliknya, hanya menjadi kisah yang tak terwujud. Yang jelas, baik Allegri maupun AC Milan kini fokus pada perjalanan mereka di Serie A dengan skuad yang ada, berharap bisa meraih hasil terbaik dengan strategi yang sudah ditetapkan.