Yogyakarta, zekriansyah.com – Siapa sangka, di balik kehebatan dan ketenangan seorang Lionel Messi di lapangan hijau, tersimpan sisi manusiawi yang juga merasakan rasa takut? Ya, megabintang asal Argentina ini secara terbuka mengungkapkan bahwa ia sempat dilanda ketakutan sebelum dan selama salah satu pertandingan krusial bersama Inter Miami. Pengakuan ini tentu mengejutkan banyak pihak, sekaligus menunjukkan bahwa bahkan seorang legenda pun tak luput dari kecemasan.
Lionel Messi akui sempat diliputi rasa takut sebelum dan saat pertandingan krusial Inter Miami melawan Orlando City, menunjukkan sisi manusiawi sang megabintang sepak bola.
Artikel ini akan mengupas tuntas momen-momen di mana Messi akui sempat ketakutan Inter Miami, bagaimana ia mengatasinya, dan seperti apa dampak perasaannya terhadap performa tim. Anda akan menemukan sisi lain dari La Pulga yang jarang terekspos, membuktikan bahwa mental juara tak selalu berarti tanpa rasa khawatir. Mari selami lebih dalam kisah ini!
Momen Cemas Sang Megabintang di Lapangan Hijau
Momen pengakuan ketakutan Messi ini terjadi saat Inter Miami menghadapi rival sekota, Orlando City, dalam laga semifinal Leagues Cup. Pertandingan ini sangat penting karena menentukan langkah mereka menuju final. Messi, yang baru saja kembali dari masalah paha, merasakan tekanan yang luar biasa.
“Saya mempersiapkan diri untuk laga ini karena tahu betapa pentingnya pertandingan melawan lawan yang tangguh, yang sudah mengalahkan kami di dua pertemuan tahun ini,” ujar Messi. Ia melanjutkan, “Sejujurnya, di babak pertama saya merasa sedikit takut, tetapi di babak kedua saya mulai lebih lepas.”
Kecemasan ini bukan tanpa alasan. Inter Miami sempat tertinggal lebih dulu lewat gol Marco Pasalic di penghujung babak pertama, membuat pendukung tuan rumah terdiam. Situasi ini, ditambah kondisi fisiknya yang belum 100% pasca cedera, membuat Lionel Messi merasakan beban yang cukup berat.
Kebangkitan Inter Miami dan Peran Kunci La Pulga
Namun, seperti yang kita tahu, mental juara sejati akan selalu menemukan cara untuk bangkit. Di babak kedua, titik balik datang. Setelah upaya Orlando mendapatkan penalti tidak digubris wasit, situasi makin rumit bagi tim tamu ketika bek David Brekalo diganjar kartu kuning kedua. Momen ini dimanfaatkan dengan sempurna oleh Messi.
Dengan dingin, La Pulga mengeksekusi penalti yang mengubah skor menjadi imbang. Tidak berhenti sampai di situ, megabintang berusia 38 tahun itu kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-88, memastikan keunggulan Inter Miami. Telasco Segovia kemudian mempertegas kemenangan 3-1 di masa tambahan waktu.
Asisten pelatih Inter Miami, Javier Morales, bahkan mengaku terheran-heran dengan performa Lionel Messi yang baru kembali dari cedera. “Dia hanya berlatih dua atau tiga hari dan kemudian bermain 90 menit. Cara dia bermain, menciptakan peluang, dan mencetak gol sungguh luar biasa,” kata Morales, menegaskan bagaimana Messi mampu mengatasi ketakutan dan memberikan dampak instan.
Bukan Kali Pertama: Adaptasi dan Tantangan Messi di MLS
Rasa cemas atau tantangan adaptasi sebenarnya bukan hal baru bagi Lionel Messi sejak bergabung dengan Inter Miami. Sebelumnya, ia juga sempat kesulitan beradaptasi dengan kondisi cuaca di Florida yang panas dan lembap. “Saya datang dari satu setengah bulan berlibur, awalnya agak sulit bagi saya sehari-hari dan latihan, permainan. Sangat panas, lembab,” ungkap Messi.
Namun, seperti biasa, sang juara dunia ini selalu menemukan cara untuk beradaptasi. Ia bahkan menegaskan tidak memiliki masalah dengan lapangan sintetis yang sering digunakan di MLS. Messi merasa sangat nyaman dan bahagia di Inter Miami, yang ia sebut sebagai klub terakhir dalam kariernya. Pernyataan ini menunjukkan komitmen penuhnya, meskipun ia juga mengakui ada “sedikit ketakutan ketika semuanya akan berakhir” terkait masa pensiunnya.
Fokusnya adalah menikmati setiap momen. Ini adalah bukti kekuatan mental seorang Lionel Messi yang tak hanya piawai mengolah si kulit bundar, tetapi juga mahir mengelola tekanan dan rasa khawatir.
Kesimpulan
Pengakuan Lionel Messi yang sempat ketakutan Inter Miami di laga krusial melawan Orlando City memberikan kita pandangan yang lebih mendalam tentang sisi manusiawi seorang legenda. Ini bukan tentang kelemahan, melainkan tentang keberanian untuk mengakui kerentanan dan bangkit melampauinya.
Messi membuktikan bahwa rasa takut adalah bagian alami dari setiap perjalanan, bahkan bagi atlet kelas dunia sekalipun. Namun, dengan mentalitas yang kuat, fokus, dan kerja keras, ketakutan itu bisa diubah menjadi motivasi untuk meraih kemenangan. Kisah ini menjadi inspirasi bagi kita semua untuk menghadapi tantangan hidup dengan kepala tegak, layaknya sang megabintang Inter Miami ini.