Harry Maguire Gagal Jadi Juru Selamat: Kisah Rollercoaster Bek Manchester United

Dipublikasikan 28 Agustus 2025 oleh admin
Olahraga

Yogyakarta, zekriansyah.com – Siapa yang tidak kenal Harry Maguire? Bek tengah Manchester United ini adalah nama yang selalu jadi sorotan, baik karena aksi heroiknya maupun momen-momen yang membuatnya jadi bulan-bulanan kritik. Perjalanan kariernya di Old Trafford memang seperti rollercoaster yang penuh tikungan tajam. Dari mencetak gol penting yang menyelamatkan tim, hingga kini menjadi sorotan utama saat ia Harry Maguire gagal jadi juru selamat dalam laga krusial.

Harry Maguire Gagal Jadi Juru Selamat: Kisah Rollercoaster Bek Manchester United

Harry Maguire alami perjalanan karier rollercoaster di Manchester United, dari penyelamat krusial hingga momen yang mengecewakan publik Old Trafford.

Artikel ini akan membawa Anda menyelami pasang surut karier salah satu bek termahal di dunia ini, terutama momen ketika harapan dibebankan padanya, namun tak selalu berakhir manis. Mari kita intip bagaimana performa bek tengah MU ini kerap dipertanyakan, dan mengapa label “juru selamat” itu terkadang terlalu berat untuk dipikul.

Momen Saat “Kapten Harry” Beraksi Heroik

Sebelum kita membahas momen-momen sulit, penting untuk diingat bahwa Harry Maguire juga memiliki catatan gemilang sebagai penyelamat. Ada kalanya, sundulan atau intervensi krusialnya benar-benar mengubah nasib Manchester United.

Penyelamat di Liga Champions dan Liga Europa

Ingatkah Anda saat Harry Maguire menjadi pahlawan di kompetisi Eropa? Pada Oktober 2023, ia mencetak gol tunggal yang membawa Manchester United menang 1-0 atas Copenhagen di Liga Champions. Gol sundulannya itu vital untuk menjaga asa Setan Merah lolos ke fase gugur, apalagi setelah MU menelan kekalahan di dua laga pembuka grup. Kiper Andre Onana juga turut jadi pahlawan dengan menepis penalti di menit akhir.

Tidak hanya di Liga Champions, Maguire juga pernah jadi penyelamat di Liga Europa. Pada Oktober 2024, di tengah tekanan hebat pada manajer Erik ten Hag, golnya di menit-menit akhir pertandingan melawan Porto berhasil mencuri satu poin, mengamankan hasil imbang 3-3. Ini menjadi krusial untuk menjaga moral tim. Bahkan, pada April 2025, ia kembali beraksi heroik di Liga Europa, mencetak gol kemenangan dramatis pada menit ke-120+1 melawan Olympique Lyon, membawa MU lolos ke semifinal dengan agregat 7-6. Momen-momen ini menunjukkan bahwa label “juru selamat” bukanlah tanpa dasar.

Ketika Harapan Pupus: Maguire Gagal Jadi Juru Selamat Sejati

Namun, tidak selalu demikian. Ada kalanya, di saat genting, peran penyelamat itu gagal diemban, dan justru memicu gelombang kritik.

Tragedi Carabao Cup Melawan Grimsby Town

Salah satu momen paling pahit terjadi pada 28 Agustus 2025. Manchester United harus gigit jari setelah tersingkir dari Carabao Cup di tangan Grimsby Town. Meskipun Harry Maguire berhasil mencetak gol di menit akhir, itu tidak cukup untuk menyelamatkan Setan Merah dari kekalahan. Golnya hanya memperkecil ketertinggalan, bukan membalikkan keadaan. Ini adalah contoh nyata di mana Harry Maguire gagal jadi juru selamat yang diharapkan, meninggalkan fans dengan kekecewaan mendalam.

Badai Kritik dan Kehilangan Ban Kapten

Sejarah kritik terhadap Maguire pun bukan hal baru. Pada Februari 2022, setelah MU ditahan imbang Burnley 1-1 di Liga Inggris, ia menjadi sasaran empuk warganet. Banyak yang menyebutnya sebagai “transfer terburuk dalam sepak bola” setelah dianggap sebagai biang kerok gol penyama kedudukan Burnley. Bahkan legenda Manchester United, Rio Ferdinand, ikut menyuarakan kekecewaannya.

Puncak dari performa Harry Maguire yang menurun terlihat jelas pada musim 2025. Manajer Erik ten Hag mencabut ban kapten dari lengannya, sebuah keputusan yang menandai berakhirnya era “Kapten Harry”. Bruno Fernandes resmi menggantikannya. Meskipun Maguire dengan lapang dada mengucapkan selamat kepada Fernandes, fakta bahwa ia kehilangan kepercayaan manajer dan kalah saing dengan bek lain seperti Lisandro Martinez dan Raphael Varane sangat terasa. Ironisnya, dalam wawancara lain, Maguire pernah menanggapi kritik dengan mengatakan bahwa para pengkritik Manchester United hanya “cemburu dengan kesuksesan klub di masa lalu.”

Masa Depan Harry Maguire: Antara Bertahan dan Pergi

Terlepas dari semua pasang surut ini, posisi Harry Maguire di Manchester United tetap menjadi topik hangat. Pada musim panas (sekitar 2023/2024), kepindahannya ke West Ham United gagal terwujud. Maguire menjelaskan bahwa kesepakatan itu tidak tercapai karena “keadaan di luar kendalinya,” bukan karena ia tidak ingin pindah. Ia menegaskan ingin memperjuangkan tempatnya, meskipun menit bermain reguler sangat penting untuk posisinya di timnas Inggris.

Menariknya, di tengah kegagalan dan kritik, ada juga pihak yang masih percaya pada kualitas bek tengah MU ini. Pada musim 2024/25, di bawah manajer baru Ruben Amorim, Harry Maguire disebut sebagai bagian penting dari proyek tim. Klub bahkan menolak semua tawaran dari klub lain yang tertarik merekrutnya, karena Amorim menghargai kontribusi dan kepemimpinannya di dalam maupun luar lapangan. Ini menunjukkan bahwa meskipun kerap dianggap gagal jadi juru selamat, Maguire masih memiliki nilai strategis bagi tim.

Kesimpulan

Perjalanan Harry Maguire di Manchester United adalah cerminan kompleksitas sepak bola modern. Dari momen-momen epik di mana ia benar-benar menjadi pahlawan, hingga saat-saat di mana Harry Maguire gagal jadi juru selamat yang diharapkan, kariernya selalu penuh drama. Ia adalah bukti bahwa tekanan di klub sebesar Manchester United bisa sangat luar biasa, dan ekspektasi untuk selalu menjadi penyelamat adalah beban yang berat.

Namun, dengan dukungan manajer seperti Ruben Amorim dan tekadnya untuk terus berjuang, kisah Harry Maguire Manchester United masih jauh dari kata usai. Yang jelas, satu hal yang pasti: ia akan selalu menjadi salah satu pemain yang paling banyak dibicarakan di dunia sepak bola Inggris. Kita tunggu saja, akankah ia kembali menemukan sentuhan “juru selamat” itu di masa depan?