Yogyakarta, zekriansyah.com – Para pecinta bulutangkis Indonesia pasti sudah tak sabar menantikan aksi wakil Merah Putih di Kejuaraan Dunia BWF 2025. Salah satu sorotan utama jatuh pada pasangan ganda putri Indonesia, Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti. Mereka harus menghadapi tantangan berat di babak 16 besar melawan musuh bebuyutan dari Malaysia, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan. Saking ketatnya persaingan, Fadia sampai menegaskan bahwa mereka siap ‘capek’ hadapi Pearly/Thinaah demi meraih hasil terbaik.
Lanny/Fadia siap mengerahkan seluruh tenaga dan fokus untuk menghadapi pasangan Malaysia, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan, dalam laga sengit babak 16 besar Kejuaraan Dunia BWF 2025.
Pertandingan ini bukan sekadar laga biasa, melainkan pertarungan gengsi dan mental yang akan menguras energi. Mari kita selami lebih dalam bagaimana Lanny/Fadia mempersiapkan diri dan mengapa duel ini selalu menjadi tontonan yang mendebarkan!
Duel Sengit yang Selalu Bikin Deg-degan: Mengapa Lanny/Fadia Siap “Capek”?
Bayangkan saja, setiap kali Lanny/Fadia dan Pearly/Thinaah bertemu di lapangan, pertandingan selalu berlangsung super ketat. Dari tiga pertemuan sebelumnya, semuanya berakhir dengan rubber game dan menghabiskan waktu kurang lebih satu jam. Ini bukti nyata bahwa kedua pasangan punya kekuatan yang seimbang dan pantang menyerah.
Siti Fadia Silva Ramadhanti sendiri mengakui bahwa laga ini akan sangat menguras tenaga.
“Kami sudah tiga kali ketemu dan selalu rubber game. Kami sudah sama-sama tahu mainnya seperti apa, jadi harus lebih siap secara fokus dan pikiran, siap capek pastinya,” kata Fadia, menunjukkan mental baja mereka.
Kesiapan untuk “capek” ini bukan berarti menyerah, melainkan sebuah pengakuan akan intensitas pertandingan yang akan datang. Mereka tahu betul, untuk menang melawan Pearly/Thinaah, stamina ekstra dan fokus penuh adalah kuncinya.
Statistik Head-to-Head: Siapa Unggul Sementara?
Secara rekor pertemuan, Pearly/Thinaah memang sedikit lebih unggul. Dari tiga kali pertemuan, mereka berhasil mengamankan dua kemenangan, sementara Lanny/Fadia baru sekali mencicipi kemenangan. Kemenangan tunggal Lanny/Fadia didapatkan di ajang bergengsi Malaysia Open 2025.
Berikut adalah catatan pertemuan mereka sebelumnya:
Turnamen | Hasil Lanny/Fadia vs Pearly/Thinaah | Skor (untuk Lanny/Fadia) |
---|---|---|
Malaysia Open 2025 | Menang | 19-21, 21-14, 21-13 |
Thailand Open 2025 | Kalah | 17-21, 21-10, 15-21 |
Indonesia Open 2025 | Kalah | 21-18, 16-21, 17-21 |
Data ini memperlihatkan bahwa setiap gim adalah pertarungan poin demi poin, menunjukkan betapa sengitnya persaingan di antara mereka.
Strategi Jitu Menghadapi Lawan dan Kondisi Lapangan
Tidak hanya siap secara fisik, Lanny/Fadia juga menyiapkan strategi permainan matang. Fadia menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap kondisi lapangan, terutama faktor angin. “Kami juga harus waspada mau main seperti apa di posisi menang angin dan kalah angin,” tambahnya. Membaca arah angin dan menyesuaikan pola pukulan bisa jadi penentu di momen-momen krusial.
Sementara itu, Lanny Tria Mayasari juga sempat mengungkapkan tantangan adaptasi yang mereka hadapi di Adidas Arena, Paris, tempat berlangsungnya Kejuaraan Dunia BWF 2025.
“Sebenarnya hari ini sudah tahu mau bermain seperti apa tapi kami memang perlu beradaptasi dengan keadaan angin di lapangan dan juga bola yang kencang dibandingkan pada saat latihan. Kami tadi berusaha ngenakin pukulan dulu, kayak dapatkan feeling pukulannya di gim pertama,” ucap Lanny setelah mengalahkan wakil tuan rumah, Tea Margueritte/Flavie Vallet di babak sebelumnya.
Ini menunjukkan bahwa adaptasi cepat adalah kunci, apalagi dengan karakteristik shuttlecock yang berbeda dan kondisi angin yang bisa berubah-ubah.
Pertarungan di Babak 16 Besar: Antara Harapan dan Tantangan Berat
Pearly/Thinaah sendiri bukan lawan sembarangan. Mereka berstatus sebagai unggulan kedua di Kejuaraan Dunia BWF 2025 dan berhasil melaju ke babak 16 besar setelah menyingkirkan pasangan Hong Kong, Lui Lok Lok/Tsang Hiu Yan, dua gim langsung. Ini membuktikan bahwa mereka juga dalam performa terbaiknya.
Harapan besar tentu disematkan pada Lanny/Fadia untuk bisa membalaskan kekalahan-kekalahan sebelumnya dan melaju lebih jauh di ajang bergengsi ini. Namun, tantangan yang mereka hadapi sangat nyata.
Hasil Pertandingan: Lanny/Fadia Tersingkir Setelah Perjuangan Sengit
Sayangnya, perjuangan Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti di babak 16 besar Kejuaraan Dunia BWF 2025 harus terhenti. Mereka akhirnya takluk di tangan Pearly Tan/Thinaah Muralitharan dengan skor 12-21, 11-21. Meskipun sudah siap capek hadapi Pearly/Thinaah, pasangan Malaysia memang tampil lebih agresif dan dominan sepanjang pertandingan.
Lanny/Fadia sempat berupaya keras, namun kesulitan membendung serangan cepat dan tekanan yang diberikan lawan. Kekalahan ini membuat Indonesia hanya menyisakan satu wakil di sektor ganda putri, yakni Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi yang berhasil melaju ke babak perempatfinal.
Kesimpulan
Meskipun langkah Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti terhenti di babak 16 besar Kejuaraan Dunia BWF 2025, semangat mereka untuk siap capek hadapi Pearly/Thinaah menunjukkan dedikasi dan mentalitas juang yang luar biasa. Setiap pertandingan melawan pasangan Malaysia ini selalu menjadi ajang pembuktian dan pembelajaran.
Perjalanan mereka di turnamen ini mungkin berakhir, namun pengalaman berharga dari duel-duel sengit ini akan menjadi bekal penting untuk pertandingan-pertandingan selanjutnya. Mari terus berikan dukungan penuh untuk Lanny/Fadia dan seluruh atlet bulutangkis Indonesia agar bisa kembali bangkit dan meraih prestasi gemilang di masa depan!