Yogyakarta, zekriansyah.com – Bursa transfer adalah panggung drama tersendiri bagi klub sepak bola. Di tengah hiruk pikuk negosiasi dan spekulasi, AC Milan kini punya bintang baru di balik meja: Igli Tare. Sejak kedatangannya, Direktur Olahraga Rossoneri ini sukses bikin geger dengan manuver transfer yang tak hanya cerdas, tapi juga menghasilkan keuntungan finansial luar biasa. Milan sekarang bukan lagi sekadar belanja, tapi juga pandai “menjual” dan memaksimalkan potensi pasar, menjadikan bursa transfer Milan makin tokcer di bawah komandonya.
Igli Tare, sang Direktur Olahraga baru AC Milan, dinilai berhasil memoles strategi bursa transfer klub sehingga mendatangkan keuntungan triliunan rupiah melalui berbagai kesepakatan cerdas.
Penasaran bagaimana strategi jitu Igli Tare berhasil mengubah wajah AC Milan, baik di lapangan maupun di laporan keuangan? Mari kita bedah tuntas sentuhan magisnya yang bikin Rossoneri untung triliunan!
Sentuhan Awal Igli Tare: Dari Lazio ke San Siro
Kedatangan Igli Tare sebagai Direktur Olahraga baru AC Milan pada 26 Mei 2025 lalu memang memicu banyak diskusi. Ia dikenal sebagai sosok berpengaruh di Serie A berkat rekam jejaknya di Lazio, yang berhasil mendatangkan talenta seperti Luis Alberto, Sergej Milinković-Savić, dan Ciro Immobile dengan harga terjangkau. Filosofi ini sangat cocok dengan visi pemilik Milan, RedBird Capital, yang mengutamakan efisiensi finansial dan pengembangan pemain.
Meski ada beberapa keraguan dari pengamat terhadap performanya di tahun-tahun terakhir di Lazio, manajemen Milan, termasuk Gerry Cardinale dan Zlatan Ibrahimović, tampaknya yakin dengan potensi Tare. Ia datang dengan tekad kuat, berjanji mengembalikan Milan sebagai protagonis di Italia dan Eropa. Dan, sepertinya, janji itu mulai terwujud.
Bursa Transfer Milan: Mesin Uang Berkat Strategi Jitu Tare
Salah satu gebrakan paling mencolok dari Igli Tare adalah kemampuannya mengubah Milan menjadi “mesin uang” di bursa transfer. Hanya dalam waktu tiga bulan, ia sukses mengumpulkan dana segar hingga ratusan juta Euro!
Jual Mahal, Raih Untung Fantastis
Bukan rahasia lagi, Milan di era Tare sangat lihai dalam menjual pemain di harga yang menguntungkan. Bayangkan, dalam waktu singkat, Milan berhasil meraup pemasukan fantastis. Menurut laporan, total dana yang terkumpul dari penjualan pemain bisa mencapai €200 juta hingga €220 juta (sekitar Rp3,6 triliun hingga Rp3,96 triliun)!
Beberapa penjualan yang jadi sorotan antara lain:
- Samuel Chukwueze ke Fulham: Winger Nigeria ini memang tak pernah jadi pilihan utama, namun Tare berhasil mengamankan kesepakatan yang menguntungkan bagi Milan (Sumber 2).
- Malick Thiaw ke Newcastle United: Bek muda Jerman ini dilepas dengan harga sekitar €40 juta (Rp721 miliar), jauh di atas estimasi pasar, menjadi keuntungan modal bersih bagi klub (Sumber 12).
- Tijjani Reijnders ke Manchester City: Gelandang Belanda ini jadi sumber dana besar, dengan nilai transfer mencapai €65 juta (Sumber 5, 13).
- Theo Hernandez ke Al-Hilal: Salah satu pilar Milan ini juga dilepas dengan biaya €35 juta plus bonus, menambah pundi-pundi klub (Sumber 5).
- Noah Okafor ke Leeds United: Penyerang ini kemungkinan besar akan ditebus dengan harga lebih dari €20 juta (Rp360 miliar), lagi-lagi keuntungan besar dari pemain yang tak masuk rencana utama Allegri (Sumber 12).
- Emerson Royal ke Flamengo: Kesepakatan €10 juta (Rp180 miliar) untuk bek ini juga dianggap brilian (Sumber 12).
Selain nama-nama di atas, Tare juga berhasil melepas sejumlah pemain lain seperti Francesco Camarda, Warren Bondo, Gabriele Terracciano, Liberali, Tommaso Pobega, dan Lorenzo Colombo, yang membantu mengurangi beban gaji klub (Sumber 12).
Memenuhi Kebutuhan Allegri dengan Pembelian Cerdas
Meski fokus pada penjualan, Tare juga tak lupa untuk memperkuat skuad sesuai keinginan pelatih Massimiliano Allegri. Allegri sendiri secara terbuka menyatakan kepuasannya terhadap aktivitas transfer Milan (Sumber 6). Setelah kekalahan mengejutkan dari Cremonese di laga pembuka Serie A, kebutuhan akan bek tengah baru menjadi prioritas (Sumber 1).
Milan telah berhasil mendatangkan beberapa nama penting, di antaranya:
- Samuele Ricci dari Torino seharga €25 juta sebagai rekrutan pertama (Sumber 5).
- Legenda hidup Luka Modric yang akan bergabung pada awal Agustus (Sumber 5).
- Pietro Terracciano, Zachary Athekame, Pervis Estupinan, Koni De Winter, hingga Ardon Jashari (Sumber 6).
Tare juga sedang memburu bek tengah anyar, dengan nama Manuel Akanji dari Manchester City menjadi rumor terpanas (Sumber 1). Selain itu, ada beberapa nama bek lain yang masuk radarnya seperti Caleb Okoli, Kim Min Jae, Andreas Christensen, Jakub Kiwior, dan Berat Djimsiti (Sumber 4).
Untuk lini serang, kebutuhan striker baru menjadi mendesak, terutama setelah Rafael Leao cedera. Igli Tare secara terbuka mengakui minat pada dua penyerang top Eropa: Dusan Vlahovic dari Juventus dan Rasmus Hojlund dari Manchester United, yang dianggap sebagai opsi yang sangat bagus untuk Milan (Sumber 11).
Filosofi Transfer Igli Tare: Efisiensi dan Visi Jangka Panjang
Apa rahasia di balik kesuksesan Igli Tare? Hanif Thamrin, seorang pengamat bola di Indonesia, mengapresiasi kinerja Tare. Menurutnya, Tare memiliki ide unik dan strategi jitu untuk menggaet pemain dengan harga terjangkau, sesuai dengan budget AC Milan (Sumber 3). Ia juga tidak mengambil kredit sendirian, melainkan menekankan bahwa kesuksesan ini adalah hasil kerja tim yang solid di belakang layar, bersama Furlani, Ibrahimovic, Moncada, dan Allegri (Sumber 14).
Prinsipnya jelas: “Keputusan terbaik lahir dari evaluasi yang tenang, bukan dari tekanan sesaat.” (Sumber 14). Pendekatan ini memungkinkan Milan untuk membangun fondasi tim yang kuat, baik secara finansial maupun kualitas skuad.
Tantangan dan Langkah Berikutnya di Bursa Transfer Milan
Meski bursa transfer Milan Igli Tare makin tokcer, pekerjaan rumah belum sepenuhnya selesai. Milan masih memiliki beberapa posisi yang perlu diperkuat dan negosiasi yang sedang berjalan. Contohnya, upaya merekrut Rasmus Hojlund masih menghadapi tantangan, meskipun Milan sampai mengirim Igli Tare langsung ke Inggris untuk mendorong transfer penyerang Denmark itu (Sumber 15). Ada juga target bek kanan seperti Guéla Doué dari Strasbourg yang masih dalam tahap negosiasi (Sumber 5).
Selain itu, evaluasi terus dilakukan untuk potensi penjualan pemain seperti Yunus Musah dan Samuel Chukwueze demi membentuk skuad paling kompetitif (Sumber 14). Yang terpenting, Milan harus mempertahankan antusiasme dan keyakinan pada kemampuan skuad ini, seperti yang ditekankan oleh Massimiliano Allegri (Sumber 6).
Kesimpulan
Tak bisa dimungkiri, Igli Tare telah membawa angin segar ke San Siro. Dengan strategi transfer yang cerdas, ia tidak hanya berhasil mendatangkan pemain-pemain berkualitas yang diinginkan pelatih, tetapi juga mengubah AC Milan menjadi klub yang sangat efisien secara finansial, meraup keuntungan triliunan dari penjualan pemain.
Keberhasilan ini membuktikan bahwa dengan visi yang jelas dan eksekusi yang tepat, Milan bisa kembali bersaing di level tertinggi, baik di Italia maupun Eropa. Para penggemar Rossoneri kini bisa menatap masa depan dengan lebih optimis, percaya pada sentuhan magis Direktur Olahraga mereka yang membuat bursa transfer Milan makin tokcer!