Dewa United vs Persija: **Perang Pemain Timnas Indonesia** di Super League 2025/2026, Siapa yang Unggul?

Dipublikasikan 29 Agustus 2025 oleh admin
Olahraga

Yogyakarta, zekriansyah.com – Halo para pencinta sepak bola nasional! Siap-siap untuk menyaksikan salah satu pertandingan paling ditunggu di kancah Super League 2025/2026 akhir pekan ini. Dewa United akan menjamu Persija Jakarta dalam laga yang dijuluki sebagai “perang bintang Timnas Indonesia”. Pertandingan ini bukan sekadar perebutan poin, tapi juga adu gengsi antara dua tim yang dihuni banyak talenta terbaik negeri.

Dewa United vs Persija: **Perang Pemain Timnas Indonesia** di Super League 2025/2026, Siapa yang Unggul?

Duel sengit Dewa United versus Persija Jakarta di Super League 2025/2026 diprediksi bakal menjadi panggung adu gengsi para pemain Timnas Indonesia, menyajikan tontonan menarik bagi penggemar sepak bola nasional.

Bayangkan saja, ada setidaknya 14 pemain yang pernah atau masih membela skuad Garuda akan saling berhadapan di lapangan! Penasaran siapa saja mereka dan bagaimana jalannya pertandingan nanti? Yuk, kita bedah tuntas potensi laga panas ini yang akan digelar di Stadion Banten International pada Jumat, 29 Agustus 2025, pukul 19.00 WIB. Artikel ini akan mengupas semua yang perlu Anda tahu, mulai dari daftar pemain bintang hingga drama di balik layar!

Dua Tim Bertabur Bintang Garuda: Siapa Saja Jagoannya?

Pertarungan antara Dewa United dan Persija Jakarta kali ini memang istimewa. Kedua tim sama-sama punya sederet nama besar yang sudah tak asing lagi bagi telinga penggemar Timnas Indonesia. Ini seperti melihat sebagian besar skuad Garuda terpecah menjadi dua tim dan saling beradu strategi!

Skuad Mewah Dewa United: Miniatur Timnas Indonesia?

Dewa United, yang sering dijuluki “Banten Warriors”, seolah menjadi magnet bagi pemain Timnas Indonesia. Mereka diperkuat oleh delapan pemain yang punya pengalaman membela Merah Putih. Nama-nama ini menjadi tulang punggung kekuatan tim asuhan Jan Olde Riekerink.

Berikut adalah beberapa pilar utama Dewa United yang punya label Timnas Indonesia:

  • Ricky Kambuaya
  • Egy Maulana Vikri
  • Edo Febriansyah
  • Stefano Lilipaly
  • Rafael Struick
  • Septian Bagaskara
  • Wahyu Prasetyo
  • Zahaby Gholy (pemain andalan Timnas U-17)

Dengan daftar pemain ini, tak heran jika banyak yang menyebut Dewa United sebagai “miniatur Timnas”. Kehadiran mereka tentu menambah daya saing dan kualitas permainan tim.

Kekuatan Persija Jakarta: Pengalaman dan Energi Muda Timnas

Tak mau kalah, Persija Jakarta atau “Macan Kemayoran” juga memiliki enam pemain berlabel Timnas Indonesia di dalam skuad mereka. Kombinasi pemain berpengalaman dan talenta muda menjanjikan kekuatan yang solid di setiap lini.

Beberapa nama yang akan memperkuat Persija Jakarta adalah:

  • Rizky Ridho
  • Jordi Amat (bek senior yang kembali dari Liga Malaysia)
  • Witan Sulaeman
  • Rayhan Hannan
  • Rio Fahmi
  • Dony Tri Pamungkas

Selain nama-nama di atas, Persija juga punya kiper legendaris Andritany Ardhiyasa dan bek tangguh Hansamu Yama yang pernah jadi langganan Timnas Indonesia. Lini belakang mereka, dengan duet Jordi Amat dan Rizky Ridho, diprediksi akan menjadi tembok kokoh yang sulit ditembus.

Drama di Balik Layar: Absennya Bintang dan Keuntungan Regulasi

Setiap pertandingan besar pasti punya cerita di baliknya, termasuk duel Dewa United vs Persija ini. Ada beberapa dinamika menarik yang bisa memengaruhi jalannya laga.

Salah satu yang paling disorot adalah absennya penyerang muda andalan Dewa United, Rafael Struick. Ia harus absen karena dipanggil untuk pemusatan latihan Timnas Indonesia U-23 yang akan berlaga di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026. Pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya.

“Tentu saja, kami berharap Timnas Indonesia U-23 akan mendapatkan hasil yang sangat baik. Namun bagi kami, ini disayangkan karena dia tidak bisa bersama tim tempat dia bermain,” ujar Jan Olde Riekerink.

Di sisi lain, pemanggilan pemain ke Timnas U-23 justru membawa “keuntungan” tak terduga bagi Persija Jakarta. Dengan dipanggilnya Dony Tri Pamungkas dan Rayhan Hannan ke skuad Garuda Muda, Persija kini terbebas dari aturan kewajiban memainkan pemain berusia di bawah 23 tahun (U-23) selama minimal 45 menit. Regulasi Super League 2025/2026 menyebutkan bahwa jika dua atau lebih pemain U-23 dipanggil timnas, klub dibebaskan dari kewajiban tersebut. Ini tentu memberikan keleluasaan lebih bagi pelatih Mauricio Souza dalam meracik starting line-up terbaiknya.

Strategi Pelatih dan Kondisi Tim Jelang Laga Panas

Kedua tim datang dengan bekal dan kondisi yang berbeda. Persija Jakarta mengawali musim dengan cukup baik, meraih dua kemenangan dan satu hasil imbang dari tiga laga. Namun, di pertandingan terakhir, mereka harus puas bermain imbang 1-1 kontra Malut United, bahkan dengan 10 pemain sejak menit ke-60.

Sementara itu, Dewa United sempat terseok di awal musim dengan dua kekalahan, namun berhasil bangkit di laga terakhir dengan menundukkan Persik Kediri 3-1. Kemenangan ini tentu menjadi suntikan moral penting bagi Ricky Kambuaya dan kawan-kawan.

Pelatih Persija, Mauricio Souza, mengakui bahwa laga melawan Dewa United akan sangat berat. Ia mewaspadai semua pemain lawan, tak hanya satu atau dua nama.

“Soal Dewa United, kami tahu ini pertandingan yang sangat sulit, tim yang sangat kuat,” kata Souza. “Kami harus mewaspadai semua pemain di lapangan, bukan hanya seorang pemain.”

Di kubu Dewa United, Jan Olde Riekerink menegaskan bahwa ia tidak ambil pusing dengan komposisi pemain lawan, termasuk banyaknya pemain asing asal Brasil di Persija.

“Kami bermain melawan Persija yang diperkuat 11 pemain,” ujar Jan Olde. “Dan saya tidak peduli apakah mereka berasal dari Brasil atau Eropa. Saya hanya bertanggung jawab kepada tim saya.”

Meski demikian, ia tetap menghormati Persija sebagai tim dengan sejarah panjang di sepak bola Indonesia. Duel ini diprediksi akan menjadi pertarungan penguasaan bola, mengingat kedua tim memiliki filosofi permainan serupa.

Sayang Sekali, Laga Dewa United vs Persija Digelar Tanpa Penonton!

Ada satu hal yang mungkin akan sedikit mengurangi kemeriahan laga Dewa United vs Persija ini, yaitu keputusan untuk menggelar pertandingan tanpa penonton. Berdasarkan rekomendasi dari Polda Banten, pertandingan yang seharusnya menjadi tontonan menarik ini harus diselenggarakan di Stadion Banten International tanpa kehadiran suporter.

Kabar ini tentu saja memicu kekecewaan, terutama dari kubu Persija Jakarta. Pelatih Mauricio Souza dan bek Alan Cardoso sama-sama menyayangkan absennya The Jakmania, yang mereka sebut sebagai “pemain ke-12”.

“Wah, ini rumit karena suporter kami adalah pemain ke-12 kami. Ya, agak rumit karena kami tahu mereka mendukung kami,” tutur Alan Cardoso.

Namun, semangat juang tidak akan luntur. Alan Cardoso menegaskan bahwa tim akan tetap berjuang maksimal demi meraih poin penuh, terlepas dari ada atau tidaknya dukungan langsung dari tribune.

Kesimpulan: Sajian Sepak Bola Terbaik di Super League 2025/2026

Pertandingan antara Dewa United dan Persija Jakarta di Super League 2025/2026 memang layak disebut sebagai perang pemain Timnas Indonesia. Dengan total belasan pemain berlabel Garuda yang akan tampil, ini adalah kesempatan langka untuk menyaksikan adu taktik dan skill dari para bintang lapangan hijau kita.

Meskipun harus kehilangan Rafael Struick dan digelar tanpa penonton, drama di lapangan hijau dipastikan tetap akan tersaji. Baik Dewa United maupun Persija Jakarta memiliki motivasi tinggi untuk meraih kemenangan. Siapapun pemenangnya, kita patut menantikan sajian sepak bola berkualitas tinggi dari dua tim bertabur bintang ini. Jadi, jangan sampai ketinggalan siaran langsungnya ya!