Yogyakarta, zekriansyah.com – Siapa sangka, perhatian media sepak bola Vietnam kini tertuju pada Timnas Indonesia U-23? Bukan tanpa alasan, mereka kagum dengan potensi dan kekuatan skuad Garuda Muda yang dianggap siap bersaing di level yang lebih tinggi. Bahkan, media-media di Negeri Naga Biru itu memprediksi Timnas U-23 kita akan menjadi pesaing serius, termasuk menghadapi tim-tim kuat seperti Korea Selatan. Artikel ini akan mengupas tuntas mengapa media Vietnam begitu menyoroti perkembangan Timnas U-23 kita dan apa saja faktor yang membuat mereka terkesan.
Timnas Indonesia U-23 tampil memukau dengan kekuatan yang dipuji media Vietnam, siap bersaing di kancah Asia dengan komposisi skuad dan arahan pelatih Gerald Vanenburg.
Mengapa Media Vietnam Begitu Terkesan dengan Kekuatan Timnas Indonesia U-23?
Perhatian media Vietnam terhadap Timnas Indonesia U-23 menunjukkan bahwa skuad Garuda Muda memiliki potensi yang tidak bisa diremehkan. Ada beberapa faktor kunci yang membuat mereka melayangkan pujian dan prediksi positif.
Komposisi Skuad yang Solid: Kombinasi Naturalisasi dan Talenta Lokal
Salah satu poin utama yang disoroti media Vietnam adalah komposisi pemain Timnas Indonesia U-23 yang semakin solid. Media seperti Soha dan Thanh Nien secara spesifik menyoroti peran penting pemain naturalisasi yang kini menjadi inti kekuatan tim.
Pemain-pemain seperti bek tengah NEC Nijmegen U-21, Dion Markx, yang telah dinaturalisasi, menambah kekuatan di lini belakang. Di lini serang, kehadiran Rafael Struick dari tim senior diprediksi akan mempertajam daya gedor, berpotensi berduet dengan Jens Raven yang menjadi andalan di Piala AFF U-23 sebelumnya. Kombinasi talenta lokal dan pemain diaspora ini dianggap menciptakan tim yang lebih seimbang dan tangguh.
Peran Penting Pelatih Gerald Vanenburg
Di balik layar, peran pelatih Gerald Vanenburg juga tak luput dari sorotan. Legenda Belanda ini dinilai membawa ambisi besar dan mentalitas juara ke dalam tim. Media Vietnam seperti Soha mencatat bahwa Vanenburg tidak hanya menargetkan gelar Piala AFF U-23, tetapi juga Kualifikasi Piala Asia U-23 dan SEA Games.
Ini menunjukkan keseriusan dan persiapan matang yang dilakukan PSSI dan tim pelatih. Bahkan, ada anggapan bahwa Vanenburg perlu memantau strategi Vietnam jika ingin menjadi juara, sebuah pengakuan tidak langsung terhadap kapabilitasnya.
Pengalaman Bertanding dan Keunggulan Fisik
Soha.vn juga memberikan penilaian tinggi terhadap jam terbang internasional dan postur atletis para pemain Timnas Indonesia U-23. Mayoritas dari mereka adalah nama-nama yang sudah akrab di skuad senior, seperti Muhammad Ferarri, Hokky Caraka, Dony Tri Pamungkas, hingga Arkhan Fikri.
Keunggulan fisik ini dinilai membuat Indonesia U-23 sangat efektif dalam duel-duel fisik maupun situasi bola mati, seperti tendangan sudut atau free kick. Kombinasi pengalaman dan kekuatan fisik ini menjadi senjata ampuh yang membuat mereka berbahaya di setiap pertandingan.
Ujian Sesungguhnya: Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Sorotan media Vietnam ini menjadi relevan mengingat Timnas Indonesia U-23 akan menghadapi ujian berat di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026.
Bersaing Ketat dengan Korea Selatan di Grup J
Timnas Indonesia U-23 akan menjadi tuan rumah Grup J yang diselenggarakan di Stadion Gelora Delta Sidoarjo pada 3-9 September 2025. Di grup ini, Garuda Muda akan tergabung bersama Laos, Makau, dan tim kuat Korea Selatan.
Yang menarik, skuad Negeri Ginseng kali ini akan dipimpin oleh mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, yang menjabat sebagai manajer tim. Hal ini tentu menambah bumbu persaingan antara Korea Selatan U-23 dan Timnas Indonesia U-23. Media Soha menilai, Garuda Muda memiliki modal kuat untuk bersaing ketat dengan Korea Selatan dalam memperebutkan posisi puncak grup.
Tiket Otomatis Menuju Putaran Final
Menurut regulasi AFC, hanya juara grup dan empat tim peringkat kedua terbaik di babak kualifikasi yang berhak melaju ke putaran final. Ini berarti, persaingan di Grup J akan sangat sengit, dan Timnas Indonesia U-23 harus tampil maksimal untuk mengamankan tiket tersebut.
Sorotan Lain: Duel Klasik Indonesia vs Vietnam di Piala AFF U-23
Selain di kualifikasi Asia, Timnas Indonesia U-23 dan Vietnam juga sering bertemu di ajang Piala AFF U-23. Media Vietnam pun turut menganalisis potensi pertemuan kedua tim.
Perbedaan Gaya Bermain yang Menarik
Media Vietnam membandingkan gaya bermain kedua tim dengan karakteristik yang berbeda. Indonesia cenderung lebih fisikal dan agresif, sementara Vietnam lebih menekankan teknik, disiplin, dan strategi kombinasi. Liputan6.com mengutip Soha.vn yang mengakui Timnas Indonesia U-23 sebagai kandidat kuat juara Piala AFF U-23 2025, apalagi dengan statusnya sebagai tuan rumah.
Bola Mati, Taktik, dan Mentalitas Jadi Kunci
Jika laga Indonesia vs Vietnam terjadi, pertandingan diprediksi akan menjadi adu strategi yang ketat. Faktor-faktor seperti bola mati, tekanan mental, dan kemampuan membaca permainan akan menjadi penentu utama. Menariknya, media Thethaovanhoa.vn juga menyoroti bagaimana Vietnam U-23 kini mampu mengubah kelemahan klasik dalam duel udara menjadi kekuatan, bahkan mencetak gol-gol melalui sundulan. Ini menunjukkan adaptasi taktik yang bisa jadi tantangan bagi Indonesia.
Kesimpulan
Pengakuan dari media Vietnam ini tentu menjadi suntikan semangat bagi Timnas Indonesia U-23. Dengan komposisi pemain yang solid, strategi yang matang di bawah arahan Gerald Vanenburg, serta dukungan penuh suporter, Garuda Muda memang memiliki semua modal untuk bersaing dan meraih hasil terbaik di kualifikasi maupun turnamen lainnya. Mari kita nantikan kiprah gemilang mereka dalam mengharumkan nama bangsa di kancah sepak bola Asia!