Yogyakarta, zekriansyah.com – Dunia tenis Indonesia kembali bergemuruh! Nama Janice Tjen, petenis putri muda asal Jakarta, tiba-tiba menjadi buah bibir setelah kiprahnya yang mengejutkan di panggung paling bergengsi, Grand Slam Amerika Serikat Terbuka 2025. Kehadirannya bukan sekadar partisipasi, melainkan sebuah pernyataan bahwa Indonesia masih punya potensi besar di kancah tenis dunia.
Petenis muda Indonesia, Janice Tjen, mengejutkan dunia tenis dengan debut impresif di Grand Slam AS Terbuka 2025, membuktikan potensi besar tanah air di kancah internasional.
Artikel ini akan membawa Anda menyelami kisah inspiratif Janice Tjen, mulai dari latar belakangnya, perjalanan luar biasa di US Open 2025, hingga dampak besar yang ia bawa bagi tenis Indonesia. Bersiaplah untuk mengenal lebih dekat sosok yang berhasil memutus penantian panjang Indonesia di turnamen akbar ini!
Siapa Janice Tjen? Profil Singkat Bintang Baru Tenis Indonesia
Lahir di Jakarta pada 6 Mei 2002, Janice Tjen adalah sosok yang membuktikan bahwa pendidikan dan olahraga bisa berjalan beriringan. Sebelum namanya melambung di Grand Slam, Janice menempuh pendidikan tinggi di Amerika Serikat, tepatnya di University of Oregon (2020-2021) dan Pepperdine University (2021-2024). Ia berhasil meraih gelar sarjana Sosiologi pada Mei 2024, sebuah pencapaian yang menunjukkan ketekunan di luar lapangan.
Perkenalan Janice dengan tenis bermula secara tidak sengaja, berkat ajakan temannya, Priska Madelyn Nugroho. Orang tuanya pun mendukung penuh agar ia memiliki aktivitas positif. Selama kuliah, Janice tetap aktif bertanding di NCAA, kompetisi olahraga tingkat universitas yang sangat kompetitif di AS. Pengalaman ini mengasah kemampuannya, bahkan membawanya menjadi finalis ganda putri NCAA 2024. Setelah lulus, Janice memutuskan untuk fokus sepenuhnya ke jalur profesional, dan sejak Juni 2024, ia langsung tancap gas dengan performa yang luar biasa. Ia berhasil memenangkan 100 dari 113 pertandingan dalam 16 bulan dan mengoleksi 13 gelar tunggal ITF, melesat ke peringkat 147 dunia WTA.
Perjalanan Penuh Kejutan di US Open 2025
Kiprah Janice Tjen di US Open 2025 adalah kisah yang layak diceritakan berulang kali. Perjalanan awalnya dimulai dari babak kualifikasi, di mana ia berhasil menyingkirkan tiga lawannya, termasuk petenis Jepang Aoi Ito, dengan kemenangan straight sets yang dominan. Kemenangan ini sudah menjadi sejarah, menjadikannya petenis putri Indonesia pertama yang lolos ke babak utama Grand Slam sejak Angelique Widjaja pada US Open 2004, 21 tahun silam!
Namun, kejutan tidak berhenti di sana. Di babak utama, Janice Tjen membuat publik terpukau dengan mengalahkan petenis unggulan ke-24 dunia, Veronika Kudermetova (Rusia). Dalam pertandingan sengit selama 2 jam 12 menit, Janice menang dengan skor 6-4, 4-6, 6-4.
“Ini sangat berarti buat saya. Saya mencoba tak terlalu memikirkan kelolosan dan cuma berpikir bagaimana caranya memberikan yang terbaik dan siap ke manapun itu membawa saya. Tapi bisa melakukannya lagi setelah lebih dari 20 tahun, ini menakjubkan,” ujar Janice Tjen seusai kemenangannya.
Kemenangan ini adalah sebuah rekor ganda:
- Petenis Indonesia pertama dalam 22 tahun yang memenangi laga di babak utama Grand Slam, menyamai prestasi Angelique Widjaja di Wimbledon 2003.
- Petenis putri Indonesia pertama yang mengalahkan petenis 30 besar dunia sejak Angelique Widjaja di Indian Wells 2003.
Langkah Janice Tjen memang terhenti di babak kedua setelah takluk dari juara US Open 2021, Emma Raducanu, dengan skor 2-6, 1-6. Namun, penampilannya tetap mendapatkan apresiasi tinggi. Raducanu sendiri menyebut Janice sebagai “lawan yang sangat berbahaya.” Menariknya, Janice mengaku terinspirasi oleh kisah Raducanu yang juga menjuarai US Open dari kualifikasi pada 2021, saat ia masih kuliah dan menonton dari layar kaca.
Gaya Bermain dan Inspirasi di Lapangan
Banyak pengamat tenis membandingkan gaya bermain Janice Tjen dengan mantan petenis nomor satu dunia, Ashleigh Barty. Janice dikenal dengan variasi pukulan slice backhand yang mematikan, forehand agresif, dan keberaniannya maju ke net untuk mencetak poin.
“Banyak yang membandingkan permainan saya dengan Barty, terutama dalam variasi pukulan dengan slice. Saya mengidolakannya dan mencoba meniru beberapa pukulannya yang cocok untuk saya,” ungkap Janice.
Kemampuan ini ia asah secara konsisten, terbukti saat melawan Kudermetova, ia berhasil merebut 20 dari 30 poin ketika maju ke depan net.
Lebih dari Sekadar Kemenangan: Harapan Baru untuk Tenis Indonesia
Kisah Janice Tjen di Grand Slam AS Terbuka 2025 adalah sebuah Cinderella story bagi olahraga Indonesia. Di tengah keterbatasan dukungan dari federasi tenis nasional (PELTI), Janice berhasil menorehkan sejarah berkat kerja keras pribadi, dukungan keluarga, dan sponsor swasta.
Pelatih Janice, Chris Bint, secara blak-blakan menyoroti tantangan ini:
“Berasal dari Indonesia memang punya tantangan tersendiri. Tidak ada rencana pengembangan pemain yang jelas dari junior hingga profesional. Jadi, kondisi keuangannya cukup sulit.”
Namun, di balik tantangan tersebut, keberhasilan Janice Tjen menjadi tamparan sekaligus harapan. Ia membuktikan bahwa dengan tekad dan dedikasi, mimpi bisa terwujud. Janice berharap, kiprahnya dapat menginspirasi lebih banyak generasi muda Indonesia untuk menekuni tenis dan berani bermimpi tampil di panggung internasional.
Sebelum Janice, petenis putri Indonesia seperti Lany Kaligis, Lita Liem Sugiarto, Yayuk Basuki, dan Angelique Widjaja juga pernah mengharumkan nama bangsa di ajang Grand Slam. Kini, Janice Tjen melanjutkan estafet kebanggaan ini, membawa semangat baru dan potensi besar untuk masa depan tenis Indonesia.
Kesimpulan
Perjalanan Janice Tjen, petenis putri Indonesia yang mengguncang Grand Slam AS Terbuka 2025, adalah kisah inspiratif tentang bakat, kerja keras, dan ketekunan. Dari seorang mahasiswi sosiologi hingga menjadi bintang di lapangan tenis dunia, Janice telah memecahkan rekor dan membangkitkan kembali harapan bagi tenis Indonesia. Meskipun langkahnya terhenti di babak kedua, ia telah menorehkan sejarah dan menunjukkan kepada dunia bahwa talenta dari Tanah Air mampu bersaing di level tertinggi. Semoga kiprah Janice Tjen ini menjadi bara api yang membakar semangat generasi penerus untuk terus berjuang dan mengharumkan nama bangsa di kancah tenis dunia.