Media Belanda Tak Habis Pikir: Bisanya Timnas Indonesia “Comot” Pemain Bintang dan Ukir Sejarah!

Dipublikasikan 29 Agustus 2025 oleh admin
Olahraga

Yogyakarta, zekriansyah.com – Siapa sangka, gebrakan Timnas Indonesia di kancah sepak bola internasional belakangan ini sukses membuat media-media di Belanda geleng-geleng kepala. Bukan hanya karena performa di lapangan, tapi juga karena strategi PSSI yang begitu agresif dalam memperkuat Skuad Garuda. Dari naturalisasi pemain bintang hingga kehadiran jajaran pelatih top, semua jadi sorotan utama. Mereka seolah tak habis pikir melihat fenomena ini!

Media Belanda Tak Habis Pikir: Bisanya Timnas Indonesia

Timnas Indonesia kembali membuat kejutan publik Belanda dengan strategi naturalisasi pemain bintangnya, taktik yang dinilai tak habis pikir namun berhasil mengukir sejarah baru bagi sepak bola nasional.

Artikel ini akan mengupas tuntas mengapa media Belanda begitu terheran-heran dengan laju Timnas Indonesia, dan apa saja faktor yang membuat mereka tak henti-hentinya membahas tim kesayangan kita. Bersiaplah untuk memahami betapa seriusnya proyek sepak bola Indonesia di mata dunia!

Fenomena Naturalisasi: Mengapa Pemain Belanda Pilih Merah Putih?

Salah satu hal yang paling membuat media Belanda tak habis pikir adalah tren pemain berdarah Belanda yang kini berbondong-bondong memilih untuk membela Timnas Indonesia. Media kenamaan seperti Destentor.nl bahkan secara gamblang menyatakan keheranannya.

“Tidak kurang dari sepuluh pemain berpaspor Belanda bermain untuk Timnas Indonesia. Bagaimana ini mungkin? Mengapa pesepak bola di atas rata-rata seperti Mees Hilgers, Thom Haye dan lainnya tidak memilih untuk menunggu tim Belanda?” tulis Destentor.nl, menunjukkan betapa mereka melihat ini sebagai sebuah “pembajakan” talenta.

Bukan cuma itu, langkah PSSI juga terus berlanjut. Voetbalprimeur, media Belanda lainnya, menyoroti kabar mengejutkan terbaru: Miliano Jonathans dan Mauro Zijlstra dari FC Volendam disebut-sebut bakal segera memperkuat Timnas Indonesia pada jeda internasional Oktober mendatang. Ini menambah panjang daftar nama pemain keturunan yang memilih Indonesia, setelah sebelumnya ada nama-nama seperti:

  • Sandy Walsh
  • Ivar Jenner
  • Justin Hubner
  • Rafael Struick
  • Jay Idzes
  • Thom Haye
  • Ragnar Oratmangoen
  • Nathan Tjoe A-On
  • Calvin Verdonk
  • Jens Raven
  • Maarten Paes

Bahkan, potensi pemain seperti Tristan Gooijer dari Jong Ajax yang kini dipinjamkan ke PEC Zwolle juga sudah masuk radar PSSI dan menjadi perhatian Voetbal Primeur. Fenomena ini membuat Belanda “ketar-ketir” karena merasa kekurangan stok pemain muda berkualitas.

Sorotan pada Pelatih dan Staf Beraroma Belanda di Skuad Garuda

Tak hanya pemain, jajaran pelatih dan staf Timnas Indonesia juga tak luput dari pengamatan media Belanda. Penunjukan legenda sepak bola Belanda, Patrick Kluivert, sebagai pelatih utama sempat menuai pro dan kontra. Awalnya, ada skeptisisme yang cukup besar di kalangan masyarakat Indonesia dan juga disoroti oleh Voetbal Primeur. Namun, seiring waktu, Kluivert mulai mendapatkan apresiasi.

Misalnya, kemenangan krusial Timnas Indonesia atas China yang berhasil mengantar Skuad Garuda ke putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Media seperti ESPN Belanda dan NU.nl memberikan pujian atas pencapaian ini, menyoroti bagaimana Kluivert mampu memanfaatkan pemain diaspora asal Belanda seperti Ole Romeny yang mencetak gol penentu. Bahkan, “blunder” Patrick Kluivert yang hanya karena mengganti baju di tengah pertandingan akibat cuaca panas Jakarta pun menjadi berita lucu di media Belanda!

Selain Kluivert, kehadiran profesional Belanda lainnya juga membuat mereka terheran-heran. Simon Tahamata, legenda sepak bola Belanda yang memiliki banyak tawaran menggiurkan, justru memilih menjadi Kepala Bidang Pemantau Bakat (Head of Scouting) untuk Timnas Indonesia. Voetbal Primeur dan Soccer News menyoroti keputusan ini, menyatakan Tahamata merasa dihargai dan ingin berkontribusi pada ambisi sepak bola Indonesia menuju Piala Dunia 2026.

Kekuatan staf kepelatihan juga makin solid dengan nuansa Belanda. Media Belanda Soccernews menyebut bahwa Timnas Indonesia bisa makin jago dengan kehadiran Frank van Kempen sebagai asisten pelatih, yang akan fokus pada pengembangan bakat muda. Bersama Gerald Vanenburg sebagai pelatih kepala Timnas U-23, serta Jordi Cruyff sebagai penasihat teknis, Denny Landzaat, dan Alex Pastoor, PSSI benar-benar membangun fondasi tim dengan sentuhan Belanda yang kuat.

Performa Timnas yang Makin Menjanjikan dan Perhatian Media

Perkembangan Timnas Indonesia di lapangan juga semakin menarik perhatian. Meskipun ada pasang surut, media Belanda terus memantau.

Sebagai contoh, jurnalis Belanda Diederik de Groot mengungkapkan kemarahan besarnya terhadap kontroversi wasit di laga Bahrain vs Timnas Indonesia dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026. Keputusan wasit yang membiarkan pertandingan berlanjut hingga menit ke-99, padahal injury time hanya 6 menit, dan berujung pada gol penyeimbang Bahrain, menjadi sorotan tajam. Ini menunjukkan bahwa media Belanda tidak hanya melihat dari luar, tetapi juga peduli dengan nasib dan keadilan yang diterima Timnas Indonesia.

Bahkan, ketika Timnas Indonesia menghadapi tantangan berat seperti kekalahan telak dari Australia atau absennya pemain kunci seperti Mees Hilgers dan Sandy Walsh karena cedera menjelang laga krusial kontra Bahrain, media Belanda seperti Voetbal Internasional dan Voetbal Primeur turut memberitakan. Mereka menganalisis posisi tim di grup dan bagaimana “bencana bertubi-tubi” ini bisa mempengaruhi peluang Skuad Garuda melaju ke fase berikutnya.

Kesimpulan: Kebangkitan Timnas Indonesia yang Membuat Media Belanda Terpukau

Tidak dapat dimungkiri, berbagai langkah strategis dan performa Timnas Indonesia yang terus membaik telah berhasil menarik perhatian, bahkan membuat media Belanda tak habis pikir. Dari agresivitas dalam naturalisasi pemain keturunan berkualitas, kehadiran legenda sepak bola Belanda di jajaran kepelatihan, hingga perjuangan di setiap pertandingan, semua menjadi bukti keseriusan Indonesia dalam menatap masa depan sepak bola.

Fenomena ini bukan sekadar berita, melainkan cerminan ambisi besar Timnas Indonesia untuk bersaing di level tertinggi, bahkan menembus Piala Dunia 2026. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk para profesional dari Belanda, menunjukkan bahwa Skuad Garuda sedang dalam jalur yang tepat. Mari terus dukung perjuangan Timnas Indonesia agar bisa semakin membuat dunia, termasuk media Belanda, terus terpukau dan tak habis pikir dengan potensi luar biasa sepak bola Tanah Air!