Resmi! Jose Mourinho Tinggalkan Fenerbahce: Gagal Lolos Liga Champions Jadi Pemicu Utama

Dipublikasikan 29 Agustus 2025 oleh admin
Olahraga

Yogyakarta, zekriansyah.com – Kabar mengejutkan datang dari kancah sepak bola Turki! Pelatih top dunia, Jose Mourinho, secara resmi meninggalkan Fenerbahce. Perpisahan ini diumumkan pada Jumat, 29 Agustus 2025, setelah masa kerja yang relatif singkat. Apa sebenarnya yang melatarbelakangi keputusan ini dan bagaimana dampaknya bagi kedua belah pihak? Yuk, kita selami lebih dalam.

Resmi! Jose Mourinho Tinggalkan Fenerbahce: Gagal Lolos Liga Champions Jadi Pemicu Utama

Jose Mourinho resmi tinggalkan Fenerbahce akibat kegagalan menembus fase grup Liga Champions 2024/2025.

Artikel ini akan membahas tuntas alasan di balik kepergian “The Special One” dari Istanbul, termasuk kegagalan krusial di Liga Champions yang menjadi pemicu utamanya. Anda akan memahami rekam jejak Mourinho bersama klub raksasa Turki ini dan spekulasi mengenai langkah selanjutnya dalam karier sang pelatih legendaris.

Akhir Petualangan Singkat The Special One di Turki

Jose Mourinho pertama kali menjejakkan kaki di Istanbul pada 2 Juni 2024, membawa harapan besar bagi para penggemar Fenerbahce. Ia datang setelah dipecat dari AS Roma, siap mengukir sejarah baru di Super Lig Turki. Namun, petualangan ini harus berakhir hanya dalam waktu setahun lebih sedikit.

Klub Fenerbahce mengumumkan perpisahan ini melalui akun media sosial resmi mereka. Dalam pernyataannya, klub berterima kasih atas dedikasi Mourinho selama ini.

“Pelatih tim utama kami, Jose Mourinho, yang telah menangani tim ini sejak musim 2024/2025 telah resmi berpisah dengan kami. Kami semua berterima kasih atas segala usahanya untuk tim ini hingga hari ini dan kami mendoakan yang terbaik untuk karirnya di masa depan.”

Meskipun pernyataan klub terkesan damai, banyak pihak meyakini bahwa pemecatan Mourinho adalah keputusan yang diambil manajemen setelah serangkaian hasil kurang memuaskan.

Mimpi Liga Champions yang Kandas Menjadi Pemicu Utama

Penyebab utama di balik perpisahan ini adalah kegagalan Fenerbahce lolos ke fase grup Liga Champions 2024/2025. Ini adalah pukulan telak bagi ambisi klub dan juga bagi reputasi Mourinho yang dikenal sebagai spesialis kompetisi Eropa.

Fenerbahce tersingkir di babak playoff Liga Champions setelah kalah agregat 0-1 dari klub asal Portugal, Benfica. Pada leg kedua yang berlangsung Kamis (28/8) dini hari WIB, Fenerbahce takluk 0-1. Hasil ini mengubur mimpi mereka untuk tampil di kompetisi klub paling elite Eropa, yang terakhir kali mereka rasakan pada musim 2008/2009.

Bahkan, Mourinho sendiri mengakui bahwa timnya memang pantas kalah. Setelah pertandingan, ia menyatakan:

“Di babak pertama, Benfica tidak hanya lebih baik, mereka jauh lebih baik. Di babak kedua, kami lebih baik, tetapi tidak jauh lebih baik. Kami menciptakan dua peluang penting di menit-menit akhir pertandingan. Melihat pertandingan secara keseluruhan, tim terbaik, tim terkuat, menang.”

Kekalahan ini membuat Fenerbahce harus turun kasta ke Liga Europa, sekaligus kehilangan potensi pemasukan finansial yang signifikan dari Liga Champions.

Rekam Jejak Mourinho di Fenerbahce: Ekspektasi vs. Realita

Ketika Jose Mourinho tiba, ekspektasi para penggemar sangat tinggi. Ia ditugaskan untuk mengakhiri puasa gelar Liga Turki Fenerbahce yang terakhir kali juara pada 2014. Sayangnya, target itu tidak tercapai.

  • Liga Super Turki: Mourinho berhasil membawa tim finis di posisi kedua Liga Super Turki pada musim perdananya (2024/2025), namun masih kalah bersaing dengan rival abadi mereka, Galatasaray, yang menjadi juara dengan selisih 11 poin.
  • Kompetisi Eropa: Selain gagal di playoff Liga Champions, Fenerbahce juga tersingkir di Babak 16 Besar Liga Europa di musim sebelumnya.
  • Piala Turki: Perjalanan mereka di Piala Turki juga terhenti di perempatfinal.
  • Statistik: Sepanjang 62 pertandingan bersama Fenerbahce, Mourinho mencatatkan 37 kemenangan, yang berarti rasio kemenangan sekitar 59,7 persen.

Masa kepelatihan Mourinho di Fenerbahce juga tidak lepas dari kontroversi. Ia pernah mendapat hukuman larangan mendampingi tim karena mengkritik kualitas wasit dan bahkan pernah dituduh melontarkan pernyataan rasisme (yang dibantah dan dibalas gugatan hukum oleh Mourinho). Drama-drama ini menambah catatan penuh gejolak dalam karier The Special One.

Langkah Selanjutnya: Jalan Berliku bagi Mourinho dan Fenerbahce?

Setelah Jose Mourinho tinggalkan Fenerbahce, kini muncul pertanyaan besar: apa langkah selanjutnya bagi kedua belah pihak?

Bagi Fenerbahce, prioritas utama adalah segera mencari pelatih pengganti. Mereka harus cepat beradaptasi dan mempersiapkan diri untuk pertandingan Liga Super Turki berikutnya melawan Genclerbirligi serta fokus di kompetisi Liga Europa. Pemecatan pelatih di awal musim 2025/2026 ini bukan hal baru di Liga Turki; sebelumnya, Besiktas juga memecat Ole Gunnar Solskjaer karena kegagalan di Liga Konferensi Eropa.

Sementara itu, bagi Jose Mourinho, perpisahan ini menambah panjang daftar klub yang ia tinggalkan atau dipecat. Reputasi “The Special One” yang dulu gemilang kini sering diwarnai keraguan. Ia sendiri mengakui bahwa Liga Europa mungkin lebih sesuai dengan potensi timnya saat ini. Pertanyaan besar adalah, apakah tim-tim papan atas Eropa masih tertarik mengambil risiko dengan pelatih berusia 62 tahun yang masa kejayaannya mungkin telah berlalu?

Kesimpulan

Kepergian Jose Mourinho dari Fenerbahce menandai akhir dari babak singkat yang penuh ekspektasi namun berujung kekecewaan. Kegagalan lolos ke Liga Champions menjadi titik balik krusial yang tak bisa diterima oleh manajemen klub. Baik Mourinho maupun Fenerbahce kini harus menatap masa depan dengan strategi baru. Semoga keputusan ini membawa kebaikan bagi kedua belah pihak dalam perjalanan sepak bola mereka selanjutnya.

Resmi! Jose Mourinho Tinggalkan Fenerbahce: Gagal Lolos Liga Champions Jadi Pemicu Utama - zekriansyah.com