Yogyakarta, zekriansyah.com – Dunia tenis kembali dihebohkan oleh pertandingan seru di US Open 2025. Kali ini, sorotan tertuju pada pertemuan antara bintang Inggris, Emma Raducanu, dan wakil Indonesia yang sedang naik daun, Janice Tjen. Meski Raducanu berhasil memenangkan pertandingan, ia tak sungkan melontarkan pujian setinggi langit untuk Janice, menyebutnya sebagai pemain berbahaya yang memiliki potensi besar. Artikel ini akan mengupas tuntas jalannya pertandingan, pujian dari Raducanu, serta perjalanan inspiratif Janice Tjen di salah satu turnamen Grand Slam paling bergengsi ini.
Emma Raducanu akui potensi Janice Tjen sebagai pemain berbahaya usai taklukkan bintang muda Indonesia di US Open 2025.
Mari kita selami lebih dalam bagaimana Janice Tjen, petenis muda asal Indonesia, mampu mencuri perhatian juara US Open 2021, Emma Raducanu, dan mengapa pujian ini sangat berarti bagi kariernya.
Kemenangan Telak Emma Raducanu di US Open 2025
Dalam pertandingan babak kedua US Open 2025 yang berlangsung di Louis Armstrong Stadium pada Rabu, 27 Agustus 2025 waktu setempat, Emma Raducanu menunjukkan dominasinya. Petenis Inggris tersebut berhasil mengalahkan Janice Tjen dengan skor telak 6-2 dan 6-1 hanya dalam tempo satu jam. Kemenangan ini mengantarkan Raducanu melaju ke putaran ketiga Grand Slam untuk pertama kalinya musim ini, sekaligus menjadi capaian terjauhnya di Flushing Meadows sejak ia secara sensasional meraih gelar juara pada tahun 2021.
Simak ulasan lengkapnya dalam artikel terkait: US Open 2025: Langkah Bersejarah Janice Tjen Dihentikan Emma Raducanu, Kebanggaan Tetap Menggema!
Sejak awal, Raducanu tampil agresif dengan pukulan bersih dan keras, mengingatkan banyak orang pada performa terbaiknya. Akurasi servisnya mencapai 80 persen di set kedua, membuat Janice kesulitan keluar dari tekanan. Raducanu pun merasa puas dengan penampilannya, terutama setelah jeda dua hari yang sempat membuatnya khawatir kehilangan ritme.
Pujian Tulus dari Sang Juara: “Janice Tjen Pemain Berbahaya”
Meskipun meraih kemenangan telak, Emma Raducanu tidak menutupi kekagumannya terhadap Janice Tjen. Dalam wawancara di lapangan usai pertandingan, Raducanu melontarkan pujian yang menunjukkan rasa hormatnya kepada lawan.
“Saya sangat senang dengan permainan saya hari ini. Melawan Janice, dia lawan yang sangat berbahaya dan bermain sangat baik,” ujar Raducanu. Ia menambahkan, “Saya pikir bola apa pun yang saya lemparkan ke tengah lapangan belum tentu cukup bagus, dia langsung memukulnya dengan mudah. Jadi, saya sangat puas dengan penampilan saya hari ini.”
Pujian ini bukan sekadar basa-basi. Raducanu, yang pernah merasakan sensasi juara dari babak kualifikasi, menyadari potensi besar yang dimiliki Janice. Ia bahkan meyakini bahwa Janice bisa melesat lebih tinggi setelah melalui perjalanan manis di US Open 2025 ini.
Perjalanan Manis Janice Tjen di US Open 2025
Perjalanan Janice Tjen di US Open 2025 memang patut diacungi jempol. Petenis berusia 23 tahun ini memulai kiprahnya dari babak kualifikasi dan berhasil menembus babak utama. Yang lebih mengesankan, ia mengejutkan banyak pihak dengan menyingkirkan unggulan ke-24, Veronika Kudermetova, di babak pertama. Ini adalah pertemuan pertamanya dengan petenis Top 50 dunia.
Janice mencatatkan sejarah sebagai petenis tunggal putri pertama Indonesia yang bermain di babak utama Grand Slam sejak Angelique Widjaja pada US Open 2004. Dengan rekor menang-kalah 101-13 sejak lulus dari Pepperdine University Mei lalu, Janice telah membuktikan kemampuannya di ITF World Tennis Tour.
Inspirasi dan Tekanan di Lapangan Tenis
Menariknya, sebelum pertandingan, Janice Tjen sempat mengungkapkan bahwa Emma Raducanu adalah sosok yang menginspirasinya. Kisah Raducanu yang menjuarai US Open 2021 sebagai petenis kualifikasi saat Janice sedang cedera saat kuliah, memotivasi Janice untuk dapat melakukan hal serupa.
Mendengar pengakuan tersebut, Raducanu mengaku merasa senang, meskipun ada sedikit tekanan. “Saya pernah mendengarnya. Memang sedikit membuat tertekan, tetapi di saat yang sama rasanya sangat menyenangkan,” kata Raducanu. Ia berhasil mengelola tekanan itu dengan fokus pada konsistensi latihan dan kerja keras di balik layar, memercayai proses, dan mengubah tekanan menjadi energi positif.
Potensi Masa Depan Cerah untuk Janice Tjen
Emma Raducanu sangat percaya bahwa Janice Tjen memiliki peluang besar untuk berkembang. “Dia petenis yang sangat hebat dan sudah mengalahkan beberapa lawan tangguh [di babak kualifikasi], menang atas petenis unggulan di Ronde Pertama,” ujar Raducanu. “Jadi, saya yakin dia bisa mengembangkan diri dan memperoleh banyak kepercayaan diri dari turnamen ini. Saya menantikan pertemuan kami berikutnya.”
Raducanu juga mencatat bahwa Janice bermain dengan forehand kuat, mengidolakan Ashleigh Barty, dan mampu menciptakan masalah bagi lawan. Meskipun Raducanu berhasil membongkar pola permainan favorit Janice dengan menyerang backhand tanpa henti, pujian ini menegaskan bahwa Janice Tjen bukan lawan yang bisa diremehkan. Pengalaman berhadapan dengan juara Grand Slam seperti Raducanu di panggung sebesar US Open pasti akan menjadi pelajaran berharga yang membentuk mental dan performa Janice di masa depan.
Kesimpulan
Pujian Emma Raducanu yang menyebut Janice Tjen sebagai “pemain berbahaya” adalah pengakuan besar atas bakat dan kerja keras petenis Indonesia ini. Meskipun langkah Janice terhenti di babak kedua US Open 2025, perjalanannya dari kualifikasi hingga mengalahkan unggulan menunjukkan potensi luar biasa. Ini bukan hanya sebuah pertandingan, melainkan sebuah babak baru dalam karier Janice Tjen yang menjanjikan masa depan cerah bagi tenis Indonesia. Kita semua tentu berharap Janice bisa terus berkembang dan mengharumkan nama bangsa di kancah tenis dunia.
Simak ulasan lengkapnya dalam artikel terkait: perjuangan janice tjen