Terungkap! **Lama Jose Mourinho Absen di Liga Champions** Kini Memasuki Musim Keenam Beruntun

Dipublikasikan 29 Agustus 2025 oleh admin
Olahraga

Yogyakarta, zekriansyah.com – Siapa yang tak kenal Jose Mourinho? Julukan “The Special One” melekat erat pada pelatih asal Portugal ini, berkat segudang trofi, termasuk dua gelar Liga Champions yang ia raih bersama Porto dan Inter Milan. Namun, belakangan ini, sorotan tertuju pada fakta yang cukup mengejutkan: sudah berapa lama Mourinho absen di Liga Champions? Jawabannya, kini memasuki musim keenam secara beruntun!

Terungkap! **Lama Jose Mourinho Absen di Liga Champions** Kini Memasuki Musim Keenam Beruntun

Jose Mourinho memasuki musim keenamnya berturut-turut absen di Liga Champions, sebuah rekor yang mengejutkan bagi pelatih berjuluk “The Special One” ini.

Kabar terbaru datang dari kancah kualifikasi Liga Champions 2025/2026, di mana klub asuhan Mourinho, Fenerbahce, harus menelan pil pahit. Kegagalan ini tak hanya memupus harapan klub Turki tersebut, tetapi juga memperpanjang penantian sang pelatih untuk kembali merasakan atmosfer kompetisi antarklub paling prestisius di Eropa. Mari kita bedah lebih lanjut mengapa “The Special One” kini justru lebih sering terlihat di kompetisi kelas dua.

Mimpi Liga Champions Fenerbahce Pupus di Tangan Benfica

Perjalanan Fenerbahce di babak kualifikasi Liga Champions 2025/2026 memang tidak mudah. Setelah berjuang keras, mimpi mereka untuk melaju ke fase liga harus kandas di tangan raksasa Portugal, Benfica. Dalam pertandingan play-off yang sengit, Fenerbahce takluk dengan agregat tipis 0-1 dari Benfica.

Pertemuan pertama berakhir imbang tanpa gol, namun pada leg kedua, gol tunggal Kerem Akturkoglu pada menit ke-35 sudah cukup untuk menghentikan langkah tim asuhan Jose Mourinho. Mourinho sendiri, dengan lapang dada, mengakui keunggulan lawan. “Benfica tidak hanya lebih baik, mereka jauh lebih baik,” ujar Mourinho, seperti dikutip dari laman resmi UEFA. Imbasnya, Fenerbahce harus rela “turun kasta” dan melanjutkan petualangan Eropa mereka di ajang Liga Europa musim ini.

Enam Musim Tanpa Gemerlap Bintang: Jejak Absen Mourinho

Kegagalan di musim 2025/2026 ini membuat Jose Mourinho mencatatkan rekor yang mungkin tak ia inginkan: enam musim berturut-turut tanpa partisipasi di Liga Champions. Terakhir kali “The Special One” merasakan gemerlap bintang di kompetisi tersebut adalah pada musim 2019/2020 bersama Tottenham Hotspur, di mana mereka terhenti di babak 16 besar.

Sejak saat itu, jejak karier Mourinho memang lebih banyak diwarnai kompetisi “kelas dua” Eropa. Berikut adalah rincian lama Mourinho absen di Liga Champions:

Musim Klub Kompetisi Eropa yang Diikuti Status Liga Champions
2020-2021 Tottenham Hotspur Liga Europa Absen
2021-2022 AS Roma Liga Konferensi Eropa Absen
2022-2023 AS Roma Liga Europa Absen
2023-2024 AS Roma Liga Europa Absen
2024-2025 Fenerbahce Liga Europa Absen (Gagal Kualifikasi)
2025-2026 Fenerbahce Liga Europa Absen (Gagal Kualifikasi)

Kilas Balik Kegagalan Musim Sebelumnya

Ini bukan kali pertama Fenerbahce dan Jose Mourinho gagal menembus Liga Champions. Pada musim perdana Mourinho di Fenerbahce (musim 2024-2025), timnya juga terhenti di babak kualifikasi ketiga. Kala itu, mereka kalah agregat 2-3 dari Lille, setelah hanya mampu bermain imbang 1-1 di kandang pada leg kedua. Kegagalan berulang ini menunjukkan bahwa tantangan untuk membawa Fenerbahce ke panggung tertinggi Eropa memang tidak mudah, bahkan bagi pelatih sekaliber Mourinho.

Dari “Special One” Hingga Realistis di Liga Europa

Julukan “The Special One” didapat Mourinho karena kemampuannya meraih kesuksesan luar biasa, termasuk dua trofi Liga Champions bersama tim yang tidak diunggulkan seperti Porto (2004) dan Inter Milan (2010). Ia dikenal sebagai pelatih yang selalu ambisius dan haus gelar. Namun, situasi saat ini menunjukkan sisi yang lebih realistis dari sang pelatih.

Setelah kegagalan dengan Fenerbahce, Jose Mourinho menyatakan bahwa Liga Europa memang lebih cocok untuk potensi timnya saat ini. “Masih ada tim-tim bagus di Liga Europa, tetapi tentu saja levelnya berbeda dari Liga Champions,” ujarnya. Fokus utama Mourinho bersama Fenerbahce kini beralih ke kompetisi domestik, yakni memenangkan liga yang sudah bertahun-tahun tidak berhasil mereka raih. “Kami sudah bertahun-tahun tidak memenangkan liga, dan itu akan selalu menjadi tujuan utama kami,” tambahnya.

Pandangan ini menunjukkan adaptasi Mourinho terhadap realitas tim yang ia latih. Meski ambisi di Liga Champions harus ditunda, semangat untuk meraih trofi tetap membara, kini di panggung yang berbeda.

Kesimpulan

Fakta bahwa sudah lama Jose Mourinho absen di Liga Champions selama enam musim beruntun ini memang menjadi perbincangan hangat di dunia sepak bola. Dari puncak kejayaan bersama Porto dan Inter Milan, kini “The Special One” menghadapi tantangan baru di Liga Europa bersama Fenerbahce.

Meskipun harus merelakan mimpi Liga Champions untuk sementara, sikap realistis dan fokusnya pada target domestik menunjukkan bahwa semangat kompetitif Mourinho tidak pernah padam. Kita nantikan, apakah di musim-musim mendatang, sang pelatih legendaris ini mampu kembali membawa tim asuhannya ke kasta tertinggi kompetisi Eropa.