Yogyakarta, zekriansyah.com – Kabar gembira datang menghampiri dunia sepak bola Indonesia! Striker muda berbakat, Mauro Zijlstra, kini resmi menyandang status sebagai Warga Negara Indonesia (WNI). Momen penting ini bukan hanya tentang perubahan status kewarganegaraan, tapi juga harapan besar untuk memperkuat skuad Garuda di kancah internasional. Bersama Mauro, tiga srikandi diaspora juga ikut bersumpah setia untuk membela Timnas Putri Indonesia. Yuk, kita bedah lebih lanjut arti penting dari naturalisasi ini!
Pemain muda Mauro Zijlstra resmi menjadi WNI, membawa harapan baru dan amunisi tambahan bagi Timnas Indonesia untuk meraih prestasi di kancah internasional.
Momen Bersejarah di Kedutaan Besar Republik Indonesia Den Haag
Jumat, 29 Agustus 2025, menjadi tanggal yang tak akan terlupakan bagi sepak bola Tanah Air. Di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Den Haag, Belanda, empat pemain diaspora mengucapkan sumpah setia sebagai WNI. Prosesi sakral ini adalah tindak lanjut dari Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang telah memberikan kewarganegaraan kepada mereka.
Menteri Hukum Republik Indonesia, Dr. Supratman Andi Agtas, menegaskan bahwa naturalisasi ini bukan sekadar formalitas. “Momentum ini bukan hanya sekadar tentang perubahan status kewarganegaraan semata, namun juga tentang harapan dan cita-cita besar dalam rangka membangun kemajuan Indonesia, khususnya di bidang olahraga,” ujarnya. Ini menunjukkan komitmen kuat negara dalam memajukan sepak bola dengan talenta terbaik.
Siapa Saja yang Resmi Menjadi WNI?
Selain Mauro Nils Zijlstra (20 tahun), ada tiga pesepak bola putri yang juga ikut mengucapkan sumpah:
- Isabel Corian Kopp (23 tahun)
- Pauline Jeannette van de Pol (22 tahun)
- Isabelle Nottet (22 tahun)
Keempatnya memiliki darah keturunan Indonesia dan kini siap membela Merah Putih dengan sepenuh hati.
Mauro Zijlstra: Dari Target U-23 Langsung ke Timnas Senior?
Mauro Zijlstra, penyerang muda dari klub Eredivisie Belanda, FC Volendam, awalnya diproyeksikan untuk memperkuat Timnas U-23 Indonesia. Namun, ada sedikit perubahan rencana yang cukup menarik.
Mengapa Tak Bisa Bela Timnas U-23 di Kualifikasi Piala Asia?
Sayangnya, Mauro dipastikan belum bisa beraksi bersama Timnas U-23 Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 yang akan digelar 3-9 September. Alasannya sederhana, pendaftaran pemain sudah ditutup pada H-10 sebelum pengambilan sumpah Zijlstra. Aturan AFC memang cukup ketat dalam hal ini.
Peluang Debut di FIFA Match Day Bersama Timnas Senior
Meski batal di U-23, pintu lain terbuka lebar untuk Mauro. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengonfirmasi bahwa Mauro Zijlstra berpeluang besar untuk langsung bergabung dengan skuad senior. Ia akan diberi kesempatan menjalani trial atau uji coba pada agenda FIFA Match Day bulan September mendatang.
Timnas Indonesia dijadwalkan akan menghadapi Taiwan (5 September) dan Lebanon (8 September) di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Kehadiran Mauro sebagai striker sangat dibutuhkan untuk menambal lini depan yang kehilangan Ole Romeny akibat cedera. Ini adalah kesempatan emas bagi penyerang berdarah Bandung ini untuk membuktikan kualitasnya di level tertinggi.
Tiga Srikandi Diaspora Perkuat Timnas Putri Indonesia
Tak hanya timnas putra, sektor sepak bola putri juga mendapat suntikan tenaga baru. Isabel Corian Kopp, Pauline Jeannette van de Pol, dan Isabelle Nottet akan menjadi bagian integral dari proyek jangka panjang Timnas Putri Indonesia.
Visi Ambisius Timnas Putri Indonesia
PSSI punya target ambisius untuk timnas putri. Mereka ingin menembus peringkat 50 besar dunia, masuk 10 besar Asia, lolos ke setiap putaran final AFC Women’s Asian Cup, dan yang paling membanggakan, tampil di FIFA Women’s World Cup 2035. Kehadiran tiga pemain diaspora ini diharapkan dapat mempercepat pencapaian target-target tersebut, membuat timnas putri semakin kompetitif di panggung internasional.
Nama Pemain | Usia | Posisi | Klub Asal (Level) | Keturunan Indonesia |
---|---|---|---|---|
Isabel Corian Kopp | 23 | Bek Sayap Kiri | Telstar Vrouwen (Level 1 Wanita Belanda) | Ayah kelahiran Mojokerto |
Pauline Jeannette van de Pol | 22 | Bek Sayap Kanan | Telstar Vrouwen (Level 1 Wanita Belanda) | Kakek kelahiran Madiun, Nenek dari ibu kelahiran Batavia |
Isabelle Nottet | 22 | Penyerang Sayap | Telstar Vrouwen (Level 1 Wanita Belanda) | Kakek dari ibu kelahiran Bandung |
Proses Naturalisasi yang Ketat dan Transparan
Pemberian status WNI kepada para atlet ini melalui mekanisme yang panjang dan ketat. Mulai dari pengamatan Tim Teknis Pencari Bakat PSSI, penggalian informasi dari pelatih dan klub, hingga persetujuan DPR RI. Semua pihak, termasuk Kementerian Hukum, Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Pemuda dan Olahraga, PSSI, KBRI, Ditjen Imigrasi, Kementerian Dalam Negeri, hingga Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, bekerja sama memastikan setiap tahapan berjalan sesuai regulasi. Ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memilih talenta terbaik untuk Indonesia.
Miliano Jonathans Menyusul Pekan Depan?
Dari lima atlet yang mendapatkan persetujuan DPR RI, baru empat yang sudah mengucapkan sumpah. Satu nama lagi, Miliano Jonathans, winger kiri berbakat dari FC Utrecht, masih menunggu prosesnya. Kabarnya, Miliano akan menyusul mengucapkan sumpah WNI di Jakarta pada pekan depan. Kehadirannya juga sangat dinanti untuk menambah kedalaman skuad Timnas Indonesia.
Masa Depan Cerah Sepak Bola Indonesia
Resminya Mauro Zijlstra dan tiga srikandi diaspora sebagai WNI adalah langkah nyata untuk memperkuat fondasi sepak bola nasional. Dengan talenta-talenta berkualitas internasional yang memiliki semangat juang tinggi, harapan untuk melihat Timnas Indonesia berjaya di kancah Asia bahkan dunia semakin membara. Mari kita dukung penuh para punggawa Garuda dan Garuda Pertiwi ini dalam setiap perjuangan mereka! Masa depan cerah sepak bola Indonesia ada di depan mata.