Yogyakarta, zekriansyah.com – Momen undian Liga Champions selalu jadi magnet bagi pecinta sepak bola di seluruh dunia. Para penggemar tak sabar menanti siapa lawan tim kesayangan mereka di kasta tertinggi Eropa ini. Namun, di tengah kemeriahan tersebut, ada satu nama besar yang absen dari panggung bergengsi tersebut: Manchester United.
Manchester United dipastikan absen dari undian Liga Champions musim ini, memicu gelombang meme dan olok-olok dari warganet atas performa mengecewakan mereka di Liga Primer.
Alih-alih menikmati ketenangan, Setan Merah justru menjadi sorotan utama. Bukan karena partisipasi, melainkan karena absennya mereka yang berujung pada gelombang ledekan dan meme di media sosial. Fenomena “gak ikut undian Liga Champions malah dilindas” oleh kreativitas netizen ini menjadi bukti pahit dari musim yang penuh kekecewaan. Mari kita telusuri mengapa Manchester United absen dan bagaimana mereka menjadi sasaran empuk olok-olok publik.
Mengapa MU Absen dari Panggung Eropa?
Musim 2024/2025 menjadi periode yang sulit bagi Manchester United. Performa mereka di Liga Inggris sangat mengecewakan, hanya mampu finis di peringkat 15 klasemen. Ini adalah posisi yang jauh dari harapan bagi klub sebesar Setan Merah.
Harapan terakhir untuk meraih tiket ke Liga Champions 2025/2026 melalui jalur Liga Europa pun pupus. Mereka dikalahkan Tottenham Hotspur di final Liga Europa, menutup semua peluang untuk kembali berlaga di kompetisi antar klub paling prestisius di Eropa tersebut. Kegagalan ini menandai absennya Manchester United dari ajang yang selalu menjadi habitat mereka.
Undian Tanpa MU, Tapi MU Tetap Jadi Bintang (Lelucon)!
Meski Manchester United tidak terdaftar dalam undian Liga Champions yang digelar di Monaco pada Kamis (28/8/2025), nama mereka justru terus disebut-sebut. Bukan sebagai peserta, melainkan sebagai target utama ledekan dan meme di berbagai platform media sosial. Ini adalah ironi yang menyakitkan bagi para penggemar Setan Merah.
Para netizen berlomba-lomba menciptakan parodi hasil undian Liga Champions yang seolah-olah melibatkan MU, dengan lawan-lawan yang kocak dan tidak masuk akal. Bahkan, para pemain bintang seperti Bruno Fernandes dan rekan-rekan setimnya digambarkan sedang asyik menonton undian dari televisi, seolah-olah mereka adalah penonton biasa. Gelombang olok-olok ini menunjukkan betapa besar perhatian publik terhadap klub sekaliber Manchester United, bahkan saat mereka sedang terpuruk dan absen dari ajang sebesar Liga Champions 2025/2026.
Sindiran dari Klub Lain Ikut Memanaskan Suasana
Tak hanya dari kalangan netizen, sindiran juga datang dari sesama klub. Bayer Leverkusen, tim Bundesliga yang juga berpartisipasi di Liga Champions, sempat melontarkan ledekan yang mengarah ke MU sebelum undian digelar.
Lewat akun media sosialnya, Leverkusen menulis, “Just hoping we don’t get Grimsby…”, merujuk pada klub divisi 4 Inggris, Grimsby, yang sebelumnya sukses menyingkirkan Manchester United di Piala Liga Inggris. Sebuah sindiran halus namun tajam yang semakin ‘melindas’ harga diri Setan Merah di mata publik Eropa.
Kontras dengan Tim Liga Inggris Lainnya
Keadaan Manchester United ini sangat kontras dengan tim-tim Liga Inggris lainnya. Musim ini, ada enam wakil Liga Inggris yang berhasil mengamankan tempat di Liga Champions 2025/2026. Mereka adalah Liverpool (juara Liga Inggris), Arsenal, Manchester City, Chelsea, Newcastle United, dan Tottenham Hotspur (melalui jalur Liga Europa).
Sementara klub-klub ini bersiap menghadapi tantangan di fase liga dan berharap melaju jauh, Setan Merah hanya bisa menyaksikan dari jauh. Ini menjadi pengingat pahit tentang standar yang harus dipenuhi untuk bersaing di level tertinggi sepak bola Eropa.
Kesimpulan
Kisah Manchester United yang “gak ikut undian Liga Champions malah dilindas” gelombang ledekan ini menjadi cerminan pahit dari musim yang penuh kekecewaan. Absen dari panggung utama Eropa dan menjadi sasaran meme serta olok-olok tentu bukan posisi yang diinginkan oleh klub sebesar Setan Merah.
Ini adalah pengingat bahwa di dunia sepak bola, performa adalah segalanya, dan reputasi besar tidak menjamin partisipasi. Semoga musim depan, Manchester United bisa bangkit dari keterpurukan ini, kembali ke performa terbaik, dan sekali lagi bersaing di Liga Champions, bukan lagi menjadi bahan lelucon di media sosial.