Yogyakarta, zekriansyah.com – Ajang bergengsi Kejuaraan Dunia BWF 2025 di Paris, Prancis, telah menyajikan drama, kejutan, dan tentunya, aksi-aksi memukau dari para pebulutangkis terbaik dunia. Bagi penggemar bulutangkis, setiap pukulan dan strategi yang diasah oleh tim di belakang layar menjadi tontonan yang tak terlewatkan. Artikel ini akan membawa Anda menyelami hasil kejuaraan dunia 2025 diasuh Irwansyah manusia – dalam artian luas, bagaimana sentuhan manusiawi, bimbingan, dan ketangguhan mental para atlet dan tim pelatih membentuk setiap capaian di lapangan.
Indonesia tunjukkan performa gemilang di Kejuaraan Dunia BWF 2025 Paris, mengukir prestasi berkat ketangguhan mental dan strategi jitu tim pelatih.
Mari kita intip lebih dekat bagaimana perjalanan wakil Indonesia di turnamen paling prestisius setelah Olimpiade ini, serta siapa saja yang berhasil melaju dan siapa yang harus mengakhiri perjuangannya.
Perjalanan Wakil Indonesia: Dari Undian Hingga Pertarungan Sengit
Sejak undian digelar pada 13 Agustus 2025, asa Indonesia untuk membawa pulang medali telah membumbung tinggi. Sebanyak 12 wakil Merah Putih dikirim ke Adidas Arena, Paris, dengan harapan mengulang kejayaan masa lalu. Enam di antaranya langsung mendapatkan keuntungan “bye” atau lolos otomatis ke babak kedua berkat status unggulan mereka.
Para wakil Indonesia yang langsung melaju ke babak kedua adalah:
- Ganda Putra:
- Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto
- Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani
- Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana
- Ganda Putri:
- Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi
- Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti
- Ganda Campuran:
- Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu
Namun, keuntungan undian ini bukan berarti jalan lapang. Kabid Binpres Pelatnas PP PBSI, Eng Hian, mengingatkan bahwa di level Kejuaraan Dunia BWF 2025, semua lawan adalah yang terbaik. “Tekanan dan suasananya hampir sama dengan Olimpiade, jadi tidak boleh lengah sedikitpun,” ujarnya, menekankan pentingnya kesiapan mental.
Sorotan Babak Awal: Kejutan dan Kemenangan Gemilang
Para wakil Indonesia yang harus berjuang sejak babak pertama menunjukkan semangat juang tinggi. Di babak 32 besar pada Rabu, 27 Agustus 2025, beberapa nama berhasil mengamankan tiket ke babak selanjutnya.
Jonatan Christie, tunggal putra unggulan 5, tampil dominan. Ia berhasil mengalahkan Ade Resky Dwicahyo dari Azerbaijan dalam dua gim langsung, 21-9 dan 21-17, hanya dalam 36 menit. Kemenangan cepat ini membawanya ke babak 16 besar.
Tak mau kalah, dua srikandi tunggal putri Indonesia juga menunjukkan performa ciamik. Gregoria Mariska Tunjung (unggulan 7) menundukkan Julie Dawall Jakobsen dari Denmark dengan skor 21-17, 21-8 dalam 32 menit. Sementara itu, Putri Kusuma Wardani menambah daftar lolos setelah mengalahkan Juliana Viana Vieira (Brasil) dengan skor meyakinkan 21-15, 21-11.
Sayangnya, tidak semua wakil Indonesia bernasib sama. Pasangan ganda campuran Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari harus terhenti di babak 32 besar setelah kalah dari wakil Hong Kong, Tang Chun Man/Tse Ying Suet.
Menuju Perempat Final: Asa dan Tantangan Baru
Pada Kamis, 28 Agustus 2025, babak 16 besar menjadi panggung pertarungan sengit. Dua wakil Indonesia berhasil melangkah lebih jauh ke babak perempat final, membawa harapan baru bagi Merah Putih.
Jonatan Christie kembali tampil perkasa. Ia mengalahkan Lee Cheuk Yiu dari Hong Kong dengan skor 21-19 dan 21-9. Dengan rekor head-to-head positif, Jonatan melaju mulus dan siap menghadapi tantangan berikutnya.
Putri Kusuma Wardani menjadi bintang di sektor tunggal putri. Ia berhasil menundukkan unggulan kedelapan asal Jepang, Tomoka Miyazaki, dengan skor 21-12 dan 21-19. Kemenangan ini sangat berarti, karena ini adalah perempat final pertamanya di ajang mayor bergengsi seperti Kejuaraan Dunia.
“Saya bermain tadi sudah menjaga bola-bola serangannya, terutama bola cross-nya, dengan footwork yang lebih aktif,” ungkap Putri, berbagi rahasia kemenangannya. Ia menambahkan, “Ini adalah quarter final pertama saya untuk Kejuaraan Dunia, semoga saya bisa lakukan yang terbaik lagi besok.”
Langkah gemilang Putri ini semakin terbuka lebar setelah calon lawannya, unggulan kedua Wang Zhi Yi, secara tak terduga takluk. Kini, Putri akan menghadapi Pusarla Venkata Sindhu dari India, dengan rekor pertemuan yang lebih seimbang (2 kemenangan dari 4 pertemuan). Ini adalah kesempatan emas bagi Putri untuk mengakhiri puasa medali tunggal putri Indonesia di Kejuaraan Dunia BWF yang telah berlangsung sejak tahun 2016.
Namun, tidak semua berita dari babak 16 besar membawa kabar gembira. Gregoria Mariska Tunjung harus mengakhiri perjalanannya lebih cepat setelah kalah dari Sim Yu-jin (Korea Selatan) 15-21, 18-21. Pasangan ganda campuran Jafar Hidayatullah/Felisha Pasaribu juga kandas dalam pertarungan tiga gim yang ketat melawan Chen Tang Jie/Toh Ee Wei dari Malaysia. Sementara di sektor ganda putra, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani juga harus mengakui keunggulan lawan setelah pertarungan tiga gim sengit.
Di Balik Lapangan: Peran “Manusia” dalam Prestasi
Setiap hasil kejuaraan dunia 2025 yang kita saksikan di lapangan adalah buah dari kerja keras, strategi, dan bimbingan yang diemban oleh para “manusia” di balik layar. Mulai dari pelatih yang merancang taktik, tim medis yang menjaga kondisi fisik, hingga dukungan mental yang tak terhingga. Meskipun tidak ada sosok spesifik “Irwansyah” yang disebutkan secara detail dalam laporan pertandingan, frasa “diasuh Irwansyah manusia” bisa diartikan sebagai sentuhan personal dan strategi humanis yang membentuk mental dan performa atlet.
Kutipan dari Gregoria Mariska Tunjung setelah kekalahannya mencerminkan perjuangan mental yang dialami setiap atlet:
“Yang sangat disayangkan tadi di gim pertama, lawan terlalu gampang untuk bisa menang. Di awal gim saya sempat unggul dua sampai tiga poin, setelah interval lawan sangat baik untuk antisipasi dan baca bola saya. Jadi disitu saya banyak ragu dan mati-mati sendiri.”
Inilah esensi dari “diasuh manusia” — bagaimana seorang atlet bangkit dari keraguan, mengasah mental juara, dan terus berjuang, dibantu oleh arahan dan motivasi dari tim pelatih yang memahami setiap aspek, baik teknis maupun psikologis.
Kesimpulan
Kejuaraan Dunia BWF 2025 terus menjadi panggung yang mendebarkan, menampilkan hasil yang tak terduga dan momen-momen yang mengukir sejarah. Wakil Indonesia, dengan talenta dan semangat juang yang tinggi, telah menunjukkan performa luar biasa. Perjalanan Jonatan Christie dan Putri Kusuma Wardani menuju perempat final adalah bukti nyata dari dedikasi dan bimbingan yang mereka terima.
Mari kita terus mendukung para pahlawan bulutangkis Indonesia. Setiap kemenangan adalah kebanggaan, dan setiap kekalahan adalah pelajaran berharga. Semoga di sisa turnamen ini, Indonesia mampu mengukir prestasi terbaik dan membawa pulang medali, mempersembahkan kebanggaan bagi seluruh negeri!