Film Adaptasi Call of Duty Dikabarkan Jadi Prioritas Utama Paramount Pictures, Benarkah Kali Ini Terwujud?

Dipublikasikan 30 Agustus 2025 oleh admin
Hiburan dan Lifestyle

Yogyakarta, zekriansyah.com – Para penggemar game first-person shooter legendaris, bersiaplah! Setelah bertahun-tahun menanti dengan sabar, mimpi melihat film adaptasi Call of Duty di layar lebar kini kembali menghangat. Kabar terbaru yang beredar menyebutkan bahwa Paramount Pictures, salah satu studio raksasa Hollywood, sedang serius menggarap proyek ini dan bahkan menjadikannya prioritas tinggi. Ini tentu menjadi angin segar, mengingat perjalanan adaptasi game ini yang penuh liku.

Film Adaptasi Call of Duty Dikabarkan Jadi Prioritas Utama Paramount Pictures, Benarkah Kali Ini Terwujud?

Paramount Pictures dikabarkan memprioritaskan adaptasi film *Call of Duty*, membangkitkan kembali harapan setelah bertahun-tahun penantian dan upaya sebelumnya.

Penasaran bagaimana kelanjutan kabar menarik ini? Mari kita telusuri lebih dalam sejarahnya, potensi cerita, hingga respons dari para gamer sejati.

Paramount Pictures: Siap Angkat Call of Duty ke Layar Lebar?

Rumor terbaru yang beredar kencang di kalangan industri hiburan datang dari tweet DiscussingFilm, yang mengklaim bahwa Paramount Pictures sedang berupaya keras untuk mendapatkan hak adaptasi game Call of Duty menjadi sebuah film. Bukan hanya sekadar upaya biasa, studio tersebut bahkan disebut-sebut menempatkan proyek ini di posisi prioritas tinggi.

Ini tentu kabar besar, mengingat Paramount Pictures punya rekam jejak mumpuni dalam memproduksi film aksi blockbuster. Bayangkan aksi baku tembak yang intens dan cerita militer yang mendalam ala Call of Duty digarap dengan standar Hollywood. Namun, hingga saat ini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai sejauh mana proses negosiasi atau pengembangan proyek ini berjalan.

Jejak Panjang Adaptasi Call of Duty: Dari Harapan ke Penundaan

Sebenarnya, ide film Call of Duty ini bukanlah hal baru. Rencana adaptasi ke layar lebar sudah digaungkan oleh Activision sejak tahun 2015. Mereka bahkan membentuk Activision Blizzard Studios untuk tujuan ini.

Pada tahun 2018, harapan sempat melambung tinggi ketika sutradara Stefano Sollima (yang dikenal lewat film Sicario) direkrut untuk menggarap proyek ini. Sollima bahkan dikabarkan mengincar aktor-aktor papan atas seperti Tom Hardy dan Chris Pine untuk membintangi film tersebut, dengan target rilis di tahun 2019.

Namun, harapan itu pupus. Di tahun 2020, Sollima sendiri mengonfirmasi bahwa produksi film Call of Duty ditunda tanpa batas waktu. Alasannya cukup beragam:

  • Bukan Prioritas Activision: Saat itu, Activision Blizzard memiliki banyak hal lain yang perlu dibereskan, seperti masalah di game Hearthstone dan rilis Warcraft III Reforged yang kacau.
  • Kekhawatiran Gagal: Activision juga diduga khawatir film adaptasi ini gagal bersaing di pasar film aksi yang ketat, terutama dengan anggaran besar yang dibutuhkan.
  • Fokus pada Game: Mereka lebih memilih untuk terus fokus mengembangkan game-game Call of Duty yang memang sudah terbukti sukses dan menjadi mesin uang utama perusahaan.

Kini, dengan munculnya nama Paramount Pictures, apakah sejarah akan terulang atau justru ada babak baru yang lebih menjanjikan?

Potensi Cerita dan Harapan Penggemar

Salah satu alasan mengapa adaptasi game Call of Duty sangat dinantikan adalah karena game ini memang memiliki narasi sinematik yang kuat. Banyak gamer pasti masih teringat dengan kisah-kisah memorable dan karakter ikonik seperti Soap dan Captain Price dalam seri Modern Warfare klasik. Kisah-kisah tersebut jelas punya potensi besar untuk dibawa ke layar lebar.

Bahkan, rumor casting juga pernah muncul pada tahun 2023, di mana aktor kawakan Henry Cavill dirumorkan akan memerankan karakter legendaris Captain Price. Bayangkan karisma Cavill menghidupkan sosok komandan kharismatik tersebut!

Film adaptasi video game memang seringkali menjadi pisau bermata dua. Ada yang sukses besar seperti Super Mario Bros. Movie dan Sonic the Hedgehog, namun tak sedikit pula yang gagal memenuhi ekspektasi. Kunci keberhasilannya terletak pada bagaimana studio mampu menangkap esensi dan cerita inti dari game tanpa membuatnya terasa seperti sekadar “cutscene panjang.”

Tantangan dan Reaksi Komunitas

Meski kabar ini menggembirakan, reaksi dari komunitas gamer Call of Duty tidak sepenuhnya euforia. Beberapa fans justru menanggapi dengan lelucon dan cemoohan. Ini bukan tanpa alasan. Kolaborasi skin yang dianggap “konyol” di dalam game Call of Duty belakangan ini, seperti skin kolaborasi dengan Beavis & Butthead atau American Dad, membuat sebagian pemain khawatir jika filmnya nanti juga akan kehilangan nuansa serius dan realistis yang menjadi ciri khas game ini.

Hollywood memang punya “kutukan” tersendiri dalam mengadaptasi video game. Namun, dengan minat yang tinggi dari publik dan potensi cerita yang kuat, studio-studio besar seperti Paramount Pictures terus berusaha untuk memecahkan kutukan tersebut.

Akankah Mimpi Adaptasi Call of Duty Jadi Kenyataan?

Kabar bahwa film adaptasi Call of Duty dikabarkan jadi prioritas bagi Paramount Pictures tentu saja membangkitkan kembali semangat para gamer dan penikmat film aksi. Setelah bertahun-tahun hanya menjadi wacana dan ditunda, harapan untuk melihat Captain Price dan kawan-kawan beraksi di layar lebar kini terasa lebih nyata.

Kita semua tentu berharap Paramount Pictures bisa belajar dari pengalaman adaptasi game sebelumnya dan menyajikan sebuah film yang tidak hanya menghibur, tetapi juga setia pada akar cerita Call of Duty yang intens dan mendalam. Mari kita nantikan bersama perkembangan selanjutnya dari proyek ambisius ini!