Al Nassr Dijual, Cristiano Ronaldo Siap-siap Panen Untung Besar!

Dipublikasikan 29 Agustus 2025 oleh admin
Olahraga

Yogyakarta, zekriansyah.com – Kabar mengejutkan datang dari kancah sepak bola Arab Saudi! Klub raksasa Al Nassr dikabarkan akan menjual sebagian sahamnya, dan tebak siapa yang berpotensi kebagian untung melimpah ruah? Ya, sang megabintang, Cristiano Ronaldo! Fenomena ini bukan cuma soal bisnis klub, tapi juga menunjukkan betapa uniknya posisi CR7 di tim berjuluk “The Global Club” ini. Mari kita bedah lebih dalam bagaimana Al Nassr dijual bisa jadi kabar baik bagi dompet sang legenda.

Al Nassr Dijual, Cristiano Ronaldo Siap-siap Panen Untung Besar!

Potensi keuntungan besar menanti Cristiano Ronaldo seiring kabar penjualan sebagian saham Al Nassr, klub Arab Saudi yang ia bela.

Mengapa Al Nassr Dijual? Strategi Besar di Balik Layar

Sejak kedatangan Cristiano Ronaldo pada awal 2023, sorotan dunia memang tak pernah lepas dari Saudi Pro League. Klub-klub top seperti Al Nassr, Al Hilal, Al Ittihad, dan Al Ahli, yang mayoritas sahamnya dipegang oleh Public Investment Fund (PIF) milik Pangeran Arab Saudi, Muhammad bin Salman, gencar mendatangkan bintang-bintang Eropa.

Namun, kini ada perubahan strategi. PIF berencana menjual saham sebesar 25 persen dari masing-masing empat klub raksasa tersebut. Langkah ini bukan tanpa alasan. Pemerintah Arab Saudi ingin menarik investor baru dari berbagai belahan dunia untuk mengembangkan Liga Saudi agar semakin kompetitif dan mendunia.

Ini adalah bagian dari visi ekonomi ambisius mereka, Saudi Vision 2030, yang bertujuan mentransformasi Arab Saudi menjadi kekuatan ekonomi maju, dengan sektor olahraga sebagai salah satu pilar utamanya. Dengan adanya investor eksternal, diharapkan manajemen klub menjadi lebih profesional dan berkelanjutan dalam jangka panjang.

Hak Istimewa CR7: Ronaldo Juga Pemilik Saham Al Nassr!

Nah, di sinilah letak keunikan posisi Cristiano Ronaldo. Rupanya, saat dulu sepakat bergabung dengan Al Nassr pada tahun 2023, Ronaldo mendapatkan hak istimewa yang jarang dimiliki pemain lain: kepemilikan saham sebesar 15 persen di klub!

Ini bukan sekadar formalitas, lho. Dengan statusnya sebagai pemilik klub, Ronaldo punya suara cukup besar dalam berbagai kebijakan, termasuk menentukan pelatih baru atau pemain incaran. Contohnya, saat ia meminta Al Nassr untuk membeli Joao Felix di musim panas ini, dan permintaan itu dikabulkan. Felix pun langsung tancap gas dengan hat-trick di laga perdana liga!

Bisa dibilang, Ronaldo menerapkan pepatah “sambil menyelam, minum air.” Selain beraksi di lapangan hijau, ia juga ikut berbisnis di balik layar, mengamankan posisi finansial yang luar biasa.

Skema Keuntungan: Ronaldo Bisa Jual Saham atau Tetap Berbisnis

Dengan rencana Al Nassr dijual 25 persen sahamnya, ada dua skenario menarik bagi Cristiano Ronaldo:

  1. Ikut Menjual Saham: Ronaldo bisa saja memilih untuk menjual sebagian dari saham Al Nassr miliknya. Jika ini terjadi, ia dipastikan akan meraup keuntungan besar dari transaksi tersebut, mengingat nilai klub yang terus meningkat sejak kedatangannya.
  2. Mempertahankan Saham: Pilihan lain adalah Ronaldo tetap mempertahankan kepemilikan sahamnya. Ini berarti ia akan terus menjadi pemilik klub dan menjalin kerja sama bisnis dengan investor baru yang masuk. Dengan demikian, pengaruhnya di klub tetap terjaga.

Apapun pilihannya, satu hal yang pasti: penjualan saham ini membuka peluang finansial yang sangat menggiurkan bagi kapten timnas Portugal itu.

Dampak Potensial Penjualan Saham bagi Al Nassr dan Liga Saudi

Perubahan strategi ini membawa angin segar sekaligus tantangan bagi sepak bola Arab Saudi. Di satu sisi, masuknya investor baru diharapkan meningkatkan profesionalisme dan stabilitas keuangan klub. Di sisi lain, ini juga bisa berarti bahwa gelontoran dana besar yang selama ini datang dari PIF untuk belanja pemain top mungkin akan lebih ketat diatur.

Beberapa pihak khawatir, jika aliran dana besar berkurang, klub-klub seperti Al Nassr mungkin akan kesulitan untuk terus bersaing mendatangkan talenta top dunia. Apalagi, rival seperti Al Hilal juga dikabarkan akan diakuisisi oleh miliarder Al-Walid bin Talal, yang bisa membuat persaingan di Saudi Pro League semakin ketat. Fokus kini bergeser ke efisiensi keuangan dan keberlanjutan jangka panjang.

Kesimpulan

Rencana penjualan saham Al Nassr ini bukan sekadar transaksi biasa. Ini adalah bagian dari strategi besar Arab Saudi untuk memajukan sepak bola mereka, sekaligus membuka peluang keuntungan besar bagi Cristiano Ronaldo berkat status uniknya sebagai pemain sekaligus pemilik. Apapun pilihan Ronaldo nantinya, satu hal yang pasti: masa depan Al Nassr dan Saudi Pro League akan semakin menarik untuk disimak, baik di dalam maupun di luar lapangan!